Kantor Imigrasi Malang Berencana Tambah Layanan di Universitas Brawijaya. Apa Saja?

Yovie Wicaksono - 27 April 2024
Ilustrasi paspor. Foto : (istimewa)

SR, Surabaya – Di era saat ini, layanan imigrasi sudah mulai dirasakan kebutuhan oleh mereka yang saat berada di lembaga pendidikan, entah sebagai pengajar, staf ataupun mahasiswa. Selain memanfaatkan metode konvensial, saat ini layanan imigrasi sudah bisa dilakukan secara online.

Sedangkan, cara lainnya yang dipilih adalah jemput bola dengan mengajak kalangan civitas akademika untuk bekerja sama. Untuk itulah, Kantor Imigrasi Malang berencana membuka layanan baru, yakni penerbitan paspor di Universitas Brawijaya.

Kantor Imigrasi Malang yang berada dalam naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim selama ini sudah memiliki Immigration Corner yang melayani Izin Tinggal Keimigrasian di Univeritas Brawijaya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono mengatakan, sejak diresmikan, immigration corner banyak diakses oleh masyarakat, sehingga layanan ini akan dikembangkan.

“Pembentukan immigration corner oleh Imigrasi Malang sangat baik, karena merupakan komitmen dalam memberikan pelayanan prima,” ujarnya.

Untuk itu, Heni meminta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Galih Priya Kartika Perdhana melakukan pertemuan dengan Direktur International Office Universitas Brawijaya, Didik Hartono

“Kita coba diskusikan kemungkinan-kemungkinan untuk meningkatkan pelayanan keimigrasian di Malang, khususnya di Universitas Brawijaya,” ujar Heni.

Galih yang mendapat amanat tersebut, menyambut baik rencana ini. Menurutnya, kerjasama yang sudah terjalin antara pihaknya dengan Universitas Brawijaya harus bisa ditingkatkan.

“Hadirnya layanan terpadu di Universitas Brawijaya dapat menjadi sebuah langkah dalam peningkatan kualitas layanan keimigrasian,” kata Galih.

Tidak hanya layanan izin tinggal keimigrasian, layanan terpadu juga akan menghadirkan pelayanan paspor bagi Warga Negara Indonesia.

“Sehingga diharapkan nanti semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat, tidak hanya untuk mahasiswa asing saja,” ujar Galih.

Sementara itu, Direktur International Office Universitas Brawijaya, Didik Hartono mengatakan, pemintaan dan animo akan permohonan layanan paspor Indonesia terus meningkat di kalangan civitas akademika Universitas Brawijaya.

“Program program internasional yang diikuti dosen dan mahasiswa membuat permintaan paspor Indonesia semakin tinggi,” ujar Didik.(*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.