Rahasia Alam, Dua Anggrek Langka Ditemukan di Gunung Semeru

Rudy Hartono - 20 May 2026
Anggrek spesies Anoectochilus papuanus yang ditemukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di lereng selatan Gunung Semeru. (sumber: antara)

SR, Malang  – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat dua anggrek baru di Gunung Semeru sebagai spesies Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor setelah melakukan proses identifikasi menyeluruh.

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS Toni Artaka di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026), mengatakan Anoectochilus papuanus ditemukan pada tahun 2022 dan Aconthophippium bicolor ditemukan pada tahun 2023 di lereng selatan Gunung Semeru dengan elevasi sekitar 800-1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Sejak ditemukan sampai pengajuan jurnal ilmiah butuh waktu sekitar satu sampai dua tahun, setelah itu proses publikasi ilmiah hampir dua tahun. Penemuan dua jenis anggrek itu merupakan catatan baru untuk Pulau Jawa dan Indonesia,” kata Toni.

Dia mengungkapkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa spesies Anoectochilus papuanus memiliki ciri daun berurat berukuran sekitar 2-5 centimeter, dengan ketinggian bunga sekitar 12 centimeter.

Bunga pada tanaman itu memiliki perpaduan antara warna marun dengan putih transparan. Kemudian terdapat rambut halus pada seluruh bagian bunga.

Sedangkan Aconthophippium bicolor memiliki tinggi sekitar 60 centimeter, terhitung mulai dari pangkal tanaman hingga ujung daun dan terdapat dua daun berwarna hijau yang bertahan sepanjang tahun.

“Umbi semunya memiliki panjang hingga 20 centimeter dan tumbuh merumpun. Bunganya memiliki ukuran diameter mencapai empat sentimeter, berbentuk menyerupai kendi, dan berwarna merah menyala berpadu kuning pucat,” ucap Toni Artaka.

Spesies Anoectochilus papuanus tercatat memiliki sebaran di Papua hingga Kepulauan Solomon. Sedangkan Acanthophippium bicolor diketahui tersebar di wilayah India dan Sri Lanka.

Berdasarkan status global dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), kata Toni, Aconthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus masuk kategori not evaluated atau belum dievaluasi.

Identifikasi yang telah dilakukan juga menyatakan kedua spesies anggrek baru itu tergolong cukup langka karena relatif sulit ditemukan di habitat alaminya. Namun status konservasi yang lebih spesifik dan resmi masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hingga saat ini kedua spesies yang ditemukan di area Gunung Semeru tersebut juga masih belum memiliki nama lokal.

“Secara global Anoectochilus papuanus dikenal dalam kelompok Jewel Orchids, sedangkan Acanthophippium bicolor termasuk kelompok Jug Orchids,” ucap dia. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.