Ini Kronologi Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya

Rudy Hartono - 8 July 2026
Pagar jebol saat konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (SUBEC) beberapa warga tampak kesakitan dan kelelahan,  Minggu (5/7/2026), sekitar pukul 19.00 WIB. (net)

SR, Surabaya – Gelaran Pesta Rakyat dalam rangka Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) yang menghadirkan musisi Denny Caknan di kawasan eks Hi-Tech Mall (THR), Minggu (5/7/2026) malam, berakhir ricuh.

Akibat insiden ini, puluhan orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat terinjak-injak hingga tertimpa pagar pembatas.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, mengungkapkan bahwa total terdapat 21 orang yang mengalami luka-luka akibat kericuhan di konser Denny Caknan tersebut.

“Sebanyak 21 orang termasuk satu Babinsa (luka). Dirujuk ke RS Soewandhie 12 orang, dipulangkan satu, dan sembuh di lokasi ada delapan,” kata Hadi saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Berikut adalah kronologi lengkap detik-detik mencekam ambrolnya gerbang setinggi lebih dari 2 meter hingga penanganan para korban berdasarkan data yang dihimpun di lapangan.

Sore Hari: Pemeriksaan Ketat dan Antusiasme Tinggi Rangkaian acara yang menjadi bagian dari Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini sejatinya sudah dimulai sejak siang hari.

Acara yang digelar secara gratis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini bertujuan menandai babak baru eks Hi-Tech Mall sebagai pusat ekonomi kreatif dan ruang kolaborasi UMKM.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa penonton mulai memasuki area venue sejak gerbang dibuka pukul 16.00 WIB melalui pemeriksaan yang ketat.

Pada awal acara, situasi sempat berjalan tertib dan kondusif, bahkan diselingi jeda untuk ibadah Sholat Maghrib dan Isya.

Pukul 19.00 WIB: Kapasitas Penuh dan Gerbang Ditutup

Petaka mulai muncul setelah area lapangan dilaporkan sudah padat sesak.  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, membenarkan bahwa antusiasme warga yang luar biasa membuat pintu pagar area konser harus ditutup tepat pukul 19.00 WIB demi menjaga kapasitas keamanan di dalam venue.

Kesaksian penonton warga Kecamatan Tegalsari, banyak warga kurang paham mengapa gerbang sudah ditutup dan pengunjung tidak boleh masuk. Ini memicu kekesalan penonton, sementara area parkir terus dibuka meski kapasitas di dalam lapangan sudah penuh. “Dan yang bikin orang-orang kesal lagi, kalau memang sudah full kapasitas kenapa enggak ditutup parkirannya? Orang-orang mikirnya masih ada harapan buat melihat konser itu. Awalnya terjadi cekcok antara petugas dan pengunjung, mungkin pengunjung sudah merasa kesal, effort (usaha) ke sana malah disuruh pulang,” tambah warga itu.

Pukul 19.27 WIB: Aksi Dorong dan Pagar Besi 2 Meter Ambrol.

Massa yang kecewa karena tidak bisa masuk akhirnya mulai merangsek maju mendekati gerbang. Pukul 19.27 WIB, kerumunan massa di luar area melakukan aksi dorong secara anarkis dan memaksa masuk.

“Jebolnya pagar pembatas itu disebabkan adanya aksi dorong penonton yang menyaksikan pertunjukkan musik di SUBEC. Pagar yang jebol itu didorong secara paksa oleh penonton yang ingin masuk,” ujar Eddy Christijanto.

Akibatnya, pintu gerbang besi setinggi lebih dari 2 meter ambrol seketika dan langsung menimpa para petugas keamanan yang berjaga di balik pagar pembatas. Di tengah situasi yang kacau, sejumlah penonton juga jatuh pingsan dan terinjak-injak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Evaluasi Konser Pesta Rakyat

Atas kejadian itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan keprihatinannya dan berjanji akan menelusuri serta mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan Pemkot Surabaya untuk warganya.

“Jadi evaluasi yang kita lakukan adalah nanti kita lihat bahwa itu sebenarnya kan untuk kegiatan anak muda. Itu nanti dievaluasi itu yang datang apakah banyak dari luar,” bebernya, Senin (6/7/2026). Menurutnya selama ini pemkot juga selalu menggelar acara secara gratis, namun sebelumnya penonton diberi gelang tiket.

“Tapi kemarin katanya sampai ada (penumpang naik) bus. Makanya saya coba tanyakan ya sama teman-teman yang di lapangan. Juga saya tanyakan ke nanti yang datang baik anggota DPRD maupun Pak Wawali. Kenapa kejadiannya karena apa gitu ya,” paparnya.

Dia memastikan korban luka diduga karena berdesak-desakan dengan penonton lain saat memaksa masuk dan menjebol pagar pintu masuk, sudah ditangani di rumah sakit milik pemkot. (*/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.