Ruwatan Massal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog Surabaya
Para peserta ruwatan khusyuk doa bersama memohon keselamatan, kebahagiaan, serta ketenteraman pada momen Ruwatan Massal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id)
Ritual Pradaksina yakni mengelilingi Arca Joko Dolog sebanyak tujuh kali mengawali rangkaian prosesi Ruwatan Masal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya pada bulan Suro, Rabu Wage atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. Pradaksina dilakukan mengandung filosofi sebagai simbol perjalanan manusia dalam membersihkan diri, menetralisir karma buruk, melepaskan energi negatif, serta memohon tuntunan hidup yang lebih baik, selaras, dan penuh keberkahan. (foto: vico wildan/superradio.id
Momen haru prosesi sungkem anak kepada orang tua, istri kepada suami, adik kepada kakak, dalam rangkaian ruwatan massal di Festival Joko Dolog Surabaya 2026. Sungkem ini menjadi simbol penghormatan, permohonan maaf, serta bentuk bakti anak kepada orang tua, yang dilakukan sebagai bagian dari prosesi penyucian batin dan introspeksi diri, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id)
Dalang Ruwat Ki Suwito Sri Mudo Darsono didampingi para pengrawit tengah memimpin prosesi ruwatan massal dalam rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya 2026, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id.)
Prosesi pemotongan rambut merupakan bagian dari ritual Ruwatan Massal dalam Festival Joko Dolog Surabaya 2026. Prosesi ini dipimpin oleh Dalang Ruwat yang memiliki makna simbolis untuk membersihkan diri, menetralisir karma buruk, dan melepaskan energi negatif dari dalam diri peserta, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id)
Peserta mengenakan pakaian berupa kain mori putih polos, satu per satu peserta jalani prosesi siraman dengan bunga setaman (bunga tujuh rupa) oleh sesepuh yang diambil dari beberapa mata air suci. Jamasan ini sebagai simbol penyucian diri, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id)
Sesaji ruwat terdiri atas aneka makanan tradisional di antaranya nasi golong, bubur sengkolo, nasi tumpeng, ayam ingkung, kembang setaman dan hidangan pelengkap lainnya pada momen Ruwatan Massal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id)
Para peserta ruwatan khusyuk doa bersama memohon keselamatan, kebahagiaan, serta ketenteraman pada momen Ruwatan Massal di Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya, Rabu Wage di bulan Suro atau Rabu (1/7/2026) kalender Masehi. (foto: vico wildan/superradio.id)
SR, Surabaya – Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog menyelenggarakan Ruwatan Massal di situs Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya, Rabu Wage, 1 Juli 2026. Agenda tahunan yang menjadi puncak rangkaian Festival Joko Dolog 2026 ini diikuti oleh 97 peserta yang antusias menyucikan diri di bulan Suro. Ritual sakral ini bertujuan untuk memohon keselamatan, ketenteraman, serta menetralisir energi negatif melalui doa bersama yang dipimpin oleh Dalang Ruwat Ki Suwito Sri Mudo Darsono bersama 17 tokoh spiritual.
Ciri khas utama dari ruwatan di lokasi bersejarah ini adalah ritual Pradaksina, yakni mengelilingi Arca Joko Dolog sebanyak tujuh kali. Menurut Ketua Panitia, Khoirul Anam, S.H., prosesi tersebut sarat akan filosofi perjalanan manusia dalam membersihkan diri dari karma buruk dan mencari tuntunan hidup yang lebih baik. Koordinator acara, Ki Hari Potter, menambahkan bahwa tingginya animo peserta membuktikan bahwa masyarakat masih memegang teguh kearifan lokal sebagai momentum introspeksi batin dan penguat persaudaraan.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya sekadar ritual mistis, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas.(js/red)
Tags: arca joko dolog, Bulan Suro, ruwatan massal, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





