Tips Menjalani Puasa dan Diet dengan Cara Aman

Yovie Wicaksono - 10 April 2022
Ilustrasi. Foto : (shutterstock)

SR, Surabaya – Menahan lapar dan haus tidak semata-mata dapat dikatakan diet. Menurut Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair) Mahmud Aditya Rifqi,  diet pada dasarnya adalah mengatur pola makan.  Hal itu penting dilakukan untuk memperbaiki status gizi, mengontrol atau menurunkan berat badan. Ada bermacam-macam jenis diet, salah satunya adalah  intermittent fasting.

“Intermittent fasting merupakan metode mengatur pola makan dengan cara berpuasa beberapa waktu. Itu ada polanya. Kita umat muslim menerapkan prinsip diet ini dalam bentuk puasa Ramadan. Jadi dari salah satu metode diet, puasa itu salah satu metode juga dalam mengatur pola makan,” ujar  Mahmud.

Namun, ahli gizi sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair itu menegaskan, terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin menjalankan puasa Ramadan sekaligus diet sehat menurunkan berat badan. Yaitu, mengontrol diri saat sahur dan berbuka serta mengatur asupan.

Buka Puasa Bukan Ajang Balas Dendam.

Saat puasa Ramadan tubuh dilatih untuk mengonsumsi makanan secara teratur yaitu di waktu sahur dan berbuka. Namun jika waktu berbuka dijadikan sebagai ajang balas dendam, yakni dengan mengonsumsi makanan berlebih hingga malam hari maka hal tersebut tidak akan dapat mengurangi lemak dalam tubuh.

“Kalau puasa lalu malamnya tidak berhenti-henti makan, maka itu tidak akan mencapai tujuan (mengurangi berat badan),” tegas Mahmud.

Mahmud menjelaskan, saat menjalankan ibadah puasa tubuh akan menahan makan dan minum lebih dari dua belas jam dalam sehari. Maka untuk mengatur asupan di waktu sahur dan berbuka sangatlah diperlukan. Terdapat beberapa asupan yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa, yaitu cairan, serat, karbohidrat dan protein.

Air mineral harus tercukupi selama Ramadan. Sebab saat tidak berpuasa pun manusia membutuhkan setidaknya dua sampai tiga liter dalam sehari. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh, Mahmud menyebutkan perlu ditambah dengan mengonsumsi sayur yang berkuah serta  buah yang mengandung banyak air seperti tomat, timun dan lain sebagainya.

Sayur dan buah adalah makanan yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan. Kandungan serat dalam makanan dapat membuat tubuh tidak mudah lapar. Namun perlu diingat, saat sahur atau berbuka hindari buah yang memiliki rasa asam. Hal tersebut untuk mengantisipasi rasa tidak nyaman di lambung.

Kandungan karbohidrat dan protein sama pentingnya untuk kesehatan tubuh. Sehingga dua hal tersebut perlu diimbangi asupannya baik saat sahur maupun berbuka. 

“Jadi yang salah itu kalau kita sahurnya makan nasi sebanyak banyaknya. Tidak begitu, karena kalau makan nasi sebanyak banyaknya, gula darah kita naik, jam 10  nanti kita (sudah) lapar. Jadi imbangi  asupan karbohidrat, asupan lauk, protein dan sayur sayuran,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.