Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Dimulai, Ini Pesan Khofifah

Yovie Wicaksono - 13 July 2021
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan secara daring 12-16 Juli 2021. Mengingat saat ini dalam status PKKM Darurat, maka MPLS tanpa ada seremoni seperti tahun lalu.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa  berharap MPLS mampu menyiapkan mental siswa yang baru memasuki masa pembelajaran di SMA, SMK, dan SLB. Selain itu juga menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru di masa pandemi Covid-19 ini.

“Meski harus dilakukan secara daring, namun lewat MPLS ini akan tercipta interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan,” ujar Khofifah dalam siaran pers, Senin (12/7/2021).

Ia menyebut, jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB berbeda dari jenjang sebelumnya yakni SMP atau MTs karena merupakan fase transisi penting sebelum menapaki dunia kerja atau dunia akademik di perguruan tinggi. Oleh karena itu, lanjut gubernur, dibutuhkan niat dan tekad yang bulat disertai semangat belajar tinggi, agar seluruh siswa sukses menyelesaikan pendidikan di SMA/SMK/SLB.

Khofifah menuturkan, meski Jawa Timur masih berjibaku dengan pandemi, namun sejumlah prestasi berhasil diraih para pelajar, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Ini menjadi bukti bahwa pelajar Jawa Timur memiliki semangat juang dan pantang menyerah yang luar biasa.

Bahkan, di antara provinsi lainnya, siswa Jawa Timur menjadi yang terbanyak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) baik jalur reguler maupun KIP Perguruan Tinggi Tahun 2021. “Jangan pernah menyerah, terus semangat,” tegasnya.

Kepada para kepala sekolah dan para guru, Khofifah berpesan agar menyiapkan pelaksanaan tahun ajaran baru 2021/2022 dengan sebaik-baiknya, baik dari aspek sistem pembelajaran maupun kualitas sumber daya manusianya. Pengalaman penyelenggaraan proses belajar-mengajar selama pandemi Covid-19  sebelumnya hendaknya dievaluasi secara komprehensif dan segera dicarikan solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan yang ada.

“Saya berharap pembelajaran pada tahun ajaran baru ini benar-benar efektif untuk proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan karakter siswa-siswi kita, sehingga kita bisa menekan terjadinya learning loss dan character loss seperti yang kita khawatirkan selama ini,” terangnya.

Kepada orang tua/wali siswa, Khofifah meminta untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar putra-putrinya, yang selama masa pandemi Covid-19 ini masih dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh.

“Mohon luangkan waktu mendampingi putra-putrinya dalam belajar dan aktif berkomunikasi dengan para gurunya mengenai perkembangan belajar putra-putrinya,” tuturnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.