Petrokimia Kenalkan Teknologi Pestani Rawit Groo
SR, Malang – Petrokimia Gresik mengenalkan pendekatan pertanian berbasis teknologi untuk memberikan berbagai kemudahan kepada ratusan petani saat pelaksanaan Pestani Rawit Groo Festival, yang diselenggarakan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo dalam keterangan yang diterima di Kota Malang, Jumat, mengatakan, penggunaan teknologi pertanian menghadirkan kemudahan bagi para petani melakukan budi daya lebih terarah, khususnya untuk komoditas cabai rawit.
“Kami ingin teknologi hadir bukan sekadar sebagai alat, tetapi menjadi solusi yang benar-benar membantu petani mengambil keputusan, mengelola lahannya dengan lebih baik, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi,” ujar Adityo.
Salah satu perangkat yang dikenalkan adalah AgrooFertile, aplikasi itu mengintegrasikan antara teknologi kecerdasan buatan, layanan agronomi, dan basis data.
Kemudian, ada Buku Kesuburan Tanah sebagai referensi bagi petani untuk lebih memahami tentang perkembangan kondisi tanah, pentingnya uji tanah, pemupukan berimbang, dan pertanian berbasis data.
Selain itu, dia menyampaikan, Pestani Rawit Groo Festival juga menjadi kompetisi budidaya cabai rawit secara langsung di lahan pertanian dan disinkronkan dengan konsep pembuktian lapang berbasis mini demplot kolaboratif.
Ajang tersebut diikuti sebanyak 290 petani dari wilayah Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo.
Penilaian lomba dilakukan berdasarkan berat total 54 buah cabai rawit dengan bobot penilaian sebesar 80 persen, sedangkan dokumentasi budi daya memiliki bobot 20 persen.
“Kami meyakini akan lahir pertanian Jawa Timur yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ucap dia.
Ia juga menyampaikan, kompetisi tersebut merupakan langkah dari perusahaan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen cabai rawit yang telah menjadi komoditas unggulan di Jawa Timur.
Peningkatan produktivitas menjadi penting guna menjaga pasokan cabai sekaligus mendukung ketahanan pangan. Saat ini, luas panen cabai rawit di Jawa Timur mencapai 85.759 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 7,04 ton per hektare.
“Kami juga berharap budidaya yang mampu memberikan hasil optimal ini dapat diduplikasi oleh petani lain di Jawa Timur, sehingga manfaat dari program ini semakin luas lagi,” ucapnya. (*/ant/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





