8 Titik Panas di Bromo Jadi Fokus Pembasahan Tim

Rudy Hartono - 15 August 2026
Dua personel TNI melakukan pembasahan pada titik yang sempat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat (14/8/2026). (sumber: antara)

SR, Malang – Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menyatakan tim gabungan yang dikerahkan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kini fokus melakukan pembasahan di delapan area hotspot seiring sudah tak ditemukannya titik api baru.

Wahyu di Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat (14/8/2026), menyampaikan delapan hotspot atau titik panas yang disasar pembasahan atau proses pendinginan lahan terdampak kebakaran berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan.

“Update situasi yang kami sampaikan, belum ada titik api yang kami temukan. Ada delapan titik hotspot yang kami waspadai dan dilakukan pendinginan atau pembasahan, yaitu dua di sekitar Seruni Point, Probolinggo, dan enam hotspot masuk wilayah Pasuruan,” kata Wahyu.

Ia menyampaikan pendinginan terhadap beberapa titik panas untuk mengantisipasi bara dari sisa vegetasi terbakar yang dapat memicu munculnya api.

Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, pendinginan dilakukan dengan dua cara yakni dari darat oleh petugas dan udara menggunakan helikopter water bombing.

Pengeboman air (water bombing) untuk hari ini direncanakan berjalan enam sorti, kata dia, namun pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi cuaca khususnya kabut.

Tim gabungan juga ditugaskan melakukan pembersihan di area yang sempat terbakar.

“Sampai sekarang petugas masih tersebar untuk memantau sekaligus mencari titik api dan juga dilakukan pantauan langsung dari udara,” ucap dia.

Kemudian, tim gabungan dikerahkan untuk memasifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta wisatawan untuk bersama-sama mencegah karhutla.

“Kegiatan semacam ini juga akan dilakukan beberapa hari ke depan, yaitu patroli mencari potensi titik api, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terkait keamanan dan rekomendasi pembukaan kembali kawasan wisata itu.

“Kami akan memberikan rekomendasi kepada TNBTS untuk bisa membuka tempat wisata ini apabila kondisi sudah dinyatakan aman,” ucap dia.

Adapun luasan lahan yang terdampak karhutla di  Bromo tercatat lebih kurang 1.120,2 hektare hingga hari ke-12 penanganan kebakaran. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.