Mengharukan! Laga Jatim vs Maluku di Soekarno Cup 2026 Dibuka Doa untuk NTT

Rudy Hartono - 16 August 2026
Pemain hingga ofisial tim banteng jatim dan banteng maluku sejenak mengheningkan cipta untuk tragedi NTT sebelum dimulainya laga pertandingan, Sabtu (15/8/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Suasana haru menyelimuti pembukaan laga penyisihan grup A antara Banteng Jawa Timur melawan Banteng Maluku dalam ajang Soekarno Cup 2026 di Gelora 10 November Surabaya, pada Sabtu (15/8/2026).

Pertandingan yang mempertemukan Jatim dan Maluku ini tidak langsung dibuka dengan peluit kick-off, melainkan dengan aksi one minute silent, mengheningkan cipta khusus untuk korban bencana NTT dan Sumatra.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.

Dan hingga sabtu malam, total korban jiwa yang berhasil diverifikasi oleh BNPB mencapai 47 orang meninggal dunia, 346 unit rumah tinggal warga, 87 sekolah, dan 18 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Manajer Tim Banteng Jatim, Didik Prasetiyono, mengungkapkan, aksi ini merupakan panggilan nurani di tengah perhelatan olahraga. “Di tengah perhelatan pertandingan rangkaian Soekarno Cup 2026, kita tahu ada bencana gempa di Flores dan barusan saja ada bencana gempa di Sumatera Utara juga,” ujarnya saat ditemui usai laga.

Lebih lanjut, Didik menyoroti kondisi alam Indonesia yang sedang tidak menentu sebagai latar belakang aksi solidaritas tersebut. Beliau menyebutkan faktor geografis yang memicu rentetan bencana di beberapa wilayah tanah air akhir-akhir ini.

Pemain hingga ofisial tim banteng jatim dan banteng maluku sejenak mengheningkan cipta untuk tragedi NTT sebelum dimulainya laga pertandingan, Sabtu (15/8/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Hal inilah yang mendorong pihak penyelenggara dan tim untuk segera mengambil sikap empati. “Jadi, caesar aktif, Ring of Fire lagi aktif dan kebetulan terjadi bencana di saat kita rangkaian pertandingan,” jelas Didik memberikan konteks teknis di balik musibah tersebut.

Tujuan utama dari aksi ini, lanjutnya, bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah doa bersama yang tulus dari dunia sepak bola. Ada harapan besar agar pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan dengan cepat dan lancar.

“One minute silent itu kita mengheningkan cipta mendoakan agar lokasi bencana segera pulih dan yang terdampak bencana bisa segera diberi kemudahan untuk pulih,” tutur Didik dengan nada penuh empati.

“Seluruh official, penonton, pemain, perangkat pertandingan, semua tadi melakukan one minute silent,” imbuhnya.

Ia pun menegaskan bahwa sepak bola melalui Soekarno Cup harus menjadi simbol persatuan dan rasa kemanusiaan. “Jadi kita ikut memberikan solidaritas terhadap lokasi bencana dan korban bencana,” pungkasnya. (hk/red)

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.