SBY Pilih Melukis Agar Tak Cawe-Cawe di Pemerintahan

Rudy Hartono - 16 September 2026
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka pameran tunggal lukisannya yang digelar di VOZA Tower Surabaya Surabaya, Selasa (15/9/2026). (net)

SR, Surabaya – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden ke-6 Republik Indonesia membuka pameran tunggal lukisan di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Dalam sambutannya, SBY mengungkapkan alasan memilih aktif berkesenian setelah meninggalkan jabatan presiden.

Selain menjadi sarana berekspresi, melukis, menciptakan lagu, dan menulis novel dipilih agar dirinya tidak terjebak dalam “post power syndrome” dan ikut campur dalam pemerintahan.

“Ada alasan lain, hati-hati banyak politisi, banyak presiden, mengalami post power syndrome, stres, marah-marah, cawe-cawe yang bukan urusannya dan sebagainya. Saya memohon pada Allah, jangan sampai saya kena penyakit itu. Itu motivasi saya,” ujarnya dalam seremoni pembukaan.

Dalam pameran di Surabaya yang digelar 16-29 September 2026 secara gratis itu, SBY membawa 95 lukisan yang  terbagi dalam 3 lanskap.

Pertama lanskap memori di mana lukisan yang diawali dengan rasa duka SBY yanf dilewati dengan kesendirian.

Kedua, lanskap sosial politik, berisi karya kritik dan peringatan terhadap krisis kemanusiaan dan krisis keadilan.

Ketiga, lanskap tatapan langsung yang 3 tahun terakhir dilakukan SBY dengan melukis alam sebagai pendekatan diri dengan semesta. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.