Jamin Kualitas Lulusan, YPAB Surabaya Terapkan Standarisasi Tinggi

Yovie Wicaksono - 4 September 2026
Lomba Estafet Air di YPAB Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto : (Super Radio/Berliana)

SR, Surabaya – Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB) Surabaya menegaskan komitmennya untuk menerapkan standarisasi tinggi dan menolak pemakluman berbasis rasa kasihan bagi disabilitas netra yang mengikuti program magang.

Guru SLB YPAB Surabaya, Tutus Setiawan mengatakan, alumni yang mengikuti program ini harus bisa memenuhi target dan kebutuhan lembaga magang. Ia juga meminta lembaga yang menerima program ini tidak sungkan untuk memberikan target.

‎‎”Mereka atau lembaga yang menerima magang harus punya tolak ukurnya, supaya mereka juga memiliki target dan jangan sungkan-sungkan untuk nyentil alumni kami jika tidak sesuai target,” ujar Tutus, Jumat (4/9/2026).

Pemimpin Redaksi Super Radio Yovinus Guntur Wicaksono saat Penandatanganan MoU, Disaksikan Ketua YPAB Surabaya, Ira Dharmawati, Kamis (3/9/2026). Foto : (Super Radio/Berliana)

Menurut pria yang juga alumni YPAB ini, sikap tegas diambil agar program kerja praktik tidak sekadar menjadi formalitas belaka, melainkan wadah terukur untuk melatih tanggung jawab. Formulanya adalah melalui form penilaian yang ketat terhadap kualitas hasil kerja.

“Secara teknis, sistem kerja akan dikombinasikan berdasarkan keahlian masing-masing anak, seperti di bidang digital marketing dan di bidang musik digital,” terangnya.

Seperti yang telah diberitakan, Super  Radio dan Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk kesepakatan kerja sama dalam penempatan siswa untuk melaksanakan program magang, Kamis (3/9/2026)

Kerja sama ini menjadi langkah untuk memberikan kesempatan kepada siswa disabilitas netra memperoleh pengalaman sekaligus mengenal secara langsung dunia kerja dan industri. (Dipta/red)

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.