Berawal Dari Kecelakaan, Hidup Paul Jadi Begini

Yovie Wicaksono - 31 August 2026
Paul memainkan keyboard, menjadikan musik sebagai sarana berekspresi sekaligus berkarya. Foto : (Super Radio/Caca)

SR, Surabaya – Suara keyboard terdengar perlahan. Seorang pria dengan kaos hitam menekan tuts demi tuts piano menggunakan jemarinya. Setiap nada yang terdengar seolah menyimpan cerita dari perjalanan hidupnya.

Pria itu adalah Paul Iman Teguh Jaya, salah satu penggagas Sound Driven Alliance (SDA) Community yang pernah mengalami masa sulit dan kehilangan harapan.

Sekadar informasi, SDA Community adalah sebuah komunitas musisi gereja yang menjadi ruang bagi para musisi untuk saling berbagi ilmu, mengembangkan kreativitas, dan bertumbuh bersama melalui karya musik rohani.

Saat ditemui Super Radio, Paul bercerita hal itu bermula dari kecelakaan di 2015 yang membuatnya menjadi penyandang disabilitas fisik. Hal itu yang kemudian  menjadi salah satu titik penting mengubah perjalanan hidupnya. Ia memandang peristiwa tersebut  sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar.

Kekuatan yang didapatkan berasal dari Tuhan yang membuatnya mampu melewati berbagai lika-liku kehidupan. “Tapi dengan keadaan saya yang seperti ini, Tuhan memakai saya dengan caranya yang sungguh tak terbuka,”ujarnya, Senin (31/8/2026).

Paul bersama anggota SDA Community, komunitas musisi yang menjadi ruang untuk bertumbuh dalam musik rohani. Foto : (Super Radio/Caca)

Di tengah perubahan dan keterbatasan yang harus dihadapi, Paul perlahan menemukan kekuatan kembali menjalani kehidupan dan bersosialisasi dengan masyarakat. Baginya, kebangkitan itu semakin kuat ketika merasa mendapatkan pesan melalui Roh Kudus untuk mengikuti kehendak Tuhan.

Ia meyakini bahwa dengan taat terhadap kehendak-Nya, hidupnya dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang. Keyakinan tersebut kemudian menjadi pegangan dalam menjalani kehidupannya hingga saat ini.

Bagi Paul, musik memiliki tempat penting dalam perjalanan hidupnya. Kecintaannya terhadap musik telah tumbuh sejak kecil. Piano dan keyboard yang awalnya menjadi hobi kemudian berkembang menjadi sarana untuk berkarya sekaligus meningkatkan kepercayaaan dirinya.

Bermain piano dan keyboard bukan hanya tentang memainkan nada. Musik menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan melalui kata-kata. Dari sana, ia menghasilkan sejumlah karya lagu pujian yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan melalui berbagai aktivitas, termasuk pelayanan spiritual, bermusik, jurnalistik, serta mengajar les bagi anak-anak sekolah.

Kini, Paul tidak lagi melihat perjalanan hidupnya hanya dari apa yang pernah terjadi. Pengalaman melewati masa sulit justru menjadi dorongan untuk terus berkarya dan memberikan sesuatu bagi orang lain.

Ia hanya ingin keberadaannya dapat membawa manfaat di mana pun ia berada.  “Bisa menjadi berkat di manapun berada dan selalu belajar taat akan maunya Tuhan,” jelasnya.

Kalimat tersebut menjadi harapan yang akan dipegang Paul. Baginya, perjalanan hidup bukan tentang terbebas dari kesulitan, melainkan bagaimana tetap bertumbuh dan menemukan makna di balik setiap proses yang dijalani. (caca/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.