Keracunan MBG Jombang: Udang Saus Padang Positif Bakteri E. Coli

Rudy Hartono - 16 September 2026
Sejumlah murid SMPN 1 Kabuh, Jombang, Jawa Timur, yang mengalami gejala keracunan makanan, menjalani perawatan di Puskesmas Kabuh, Kamis (3/9/2026). (net)

SR, Jombang  – Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memicu keracunan 260 siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah keluar.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengirimkan sejumlah sampel dari SPPG Mangunan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk diperiksa. Sampel tersebut meliputi menu MBG berupa udang bumbu saus padang, capcay, nasi, buah pepaya, air minum isi ulang yang dipakai di dapur SPPG serta makanan yang masih tersimpan di lokasi.

Kepala Dinkes Jombang, Hexawan Tjahja Widada, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium yang keluar pada Jumat (11/9/2026) mendapati sampel udang saus padang mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) mencapai 120 CFU per gram. “Udang saus padang itu E. coli-nya,” ujarnya, Selasa (15/9/2026), dilansir dari TribunJatim.

Menurut dia, kandungan E. coli seharusnya tidak ditemukan pada makanan. “Kalau makanan, E. coli itu harusnya negatif,” imbuhnya.

Selain udang saus padang, pemeriksaan laboratorium juga menemukan mikroorganisme lain pada sejumlah sampel dari SPPG Mangunan.

Sampel nasi diketahui mengandung Bacillus cereus. Sementara sampel air yang digunakan di SPPG juga ditemukan mengandung E. coli. “Di nasi itu ada Bacillus cereus. Kemudian airnya juga ada E. coli,” jelas Hexawan.

Meski demikian, Hexawan menyebut kadar bakteri pada sampel air tidak setinggi temuan E. coli pada udang saus padang.

Selain itu, hasil lab tersebut juga dicocokkan dengan munculnya keluhan kesehatan pada siswa. Menu MBG dikonsumsi para siswa pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, mulai muncul keluhan seperti diare, mual, dan sakit perut pada sejumlah siswa. Menurut Hexawan, rentang waktu tersebut dinilai sesuai dengan munculnya gejala akibat paparan E. coli. “E. coli kan butuh waktu tiga jam, empat jam,” tandasnya.  (*/red)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.