Hari Kedelapan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

Rudy Hartono - 16 September 2026
Al Amrad Kepala Kantor SAR Banten memberikan keterangan pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Selasa (15/9/2026). (foto: antara)

SR, Jakarta – Operasi pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis, memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/2026).

Namun, hingga pencarian berakhir, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan penumpangnya.

Al Amrad Kepala Kantor SAR Banten mengatakan, tim sempat menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keberadaan kapal cepat Arupadhatu 1 di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Tim SAR menerjunkan sea rider dan drone hingga sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau. Namun, setelah dilakukan verifikasi langsung, informasi tersebut tidak terbukti.

“Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea reader dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil,” kata Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa petang.

Menurut Amrad, lokasi tersebut berada di perairan timur laut Pulau Panaitan menuju pesisir Gunung Anak Krakatau dan masuk dalam sektor C area pencarian.

Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka bersama sejumlah armada laut lainnya untuk memastikan informasi tersebut.

“Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikannya dengan informasi yang kami dapatkan dan setelah mereka melakukan cross check tentang informasi tersebut itu hasilnya nihil,” ujarnya dilansir dari Antara.

Hasil pencarian juga masih nihil di lima area sasaran penyisiran lainnya, termasuk perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dan Lampung. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran selama 9-10 jam di masing-masing sektor. “Penyisiran perairan dari setiap sektor lain yang berlangsung 9-10 jam. Juga nihil,” kata Amrad.

Pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (16/9/2026), yang menjadi hari kesembilan operasi SAR.

Sedikitnya 20 armada kapal dari unsur SAR utama akan dilibatkan, termasuk kapal SAR Basarnas, kapal TNI Angkatan Laut, dan kapal Polairud Polda Banten.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman selaku ABK, dan Heriyanto selaku pemandu.

Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak saat membawa rombongan tersebut untuk melaksanakan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.