Peringatan! Kebakaran Gunung Buthak Meluas hingga Kabupaten Blitar
SR, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak-Kawi terus meluas hingga masuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Hingga kini, api masih belum berhasil dipadamkan karena medan yang sulit serta kondisi angin yang bertiup kencang.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang, Kelik Djatmiko,, mengatakan bahwa titik api masih ditemukan di kawasan Gunung Buthak dan mulai merambat ke sisi selatan gunung yang masuk wilayah administratif Kabupaten Blitar.
“Api sudah mulai merambat ke sisi lereng selatan Gunung Buthak. Itu masuk wilayah administratif Kabupaten Blitar, masuknya Desa Krisik,” ujar Kelik, Rabu (16/8/2026).
Dari laporan yang diterima, api diperkirakan sudah masuk wilayah Blitar sejak Senin (15/9/2026) siang. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke wilayah lain.
Hingga saat ini, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.050 hektare. Area yang terbakar berada di dua wilayah, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.
Kelik menyebut, berbagai upaya dilakukan untuk memadamkan api, termasuk menggunakan helikopter water bombing yang telah dilakukan sejak tiga hari secara berturut-turut. Namun, upaya tersebut belum mampu memadamkan seluruh titik api. “Upaya pemadaman dengan water bombing dilakukan selama tiga hari ini berturut-turut dan api belum juga padam,” ujar Kelik.
Sementara itu, pada Rabu, water bombing juta telah dilakukan sebanyak 11 kali hingga pukul 11.00 WIB. Namun, operasi udara terpaksa dihentikan, karena kondisi angin yang cukup kencang dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
“Hari ini saja, water bombing sudah dilakukan 11 kali sampai pukul 11.00 WIB. Namun, karena kondisi anginnya bertiup kencang, akhirnya water bombing tidak bisa dilanjutkan karena membahayakan juga untuk penerbangan helikopter,” ungkapnya.
Selain melalui udara, pemadaman juga dilakukan dari darat. Namun, akses yang sulit dengan tebing yang curam masih menjadi kendala personel darat. Meski demikian, Kelik menyebut, petugas tetap berupaya mencegah api semakin meluas dengan melakukan penyekatan secara manual. Salah satunya dengan membuat sekat bakar untuk memperlambat perambatan api.
“Upaya pemadaman melalui darat terkendala medan yang sulit, namun demikian tetap dilakukan upaya penyekatan api dengan membuat sekat bakar secara manual,” kata Kelik.
Saat ini, menurut Kelik, petugas juga melakukan pemantauan dan pelokalisiran api dari sejumlah posko yang tersebar di sekitar kawasan Gunung Buthak-Kawi. Sedikitnya terdapat lima hingga enam posko yang mengirimkan personel untuk membantu penanganan karhutla.
Masing-masing posko mengirimkan personel untuk membantu pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak semakin merembet. “Ada pos di Ngantang, Pujon Selatan, Pendakian Buthak-Panderman, Selorejo, Wagir atau Krecek, masing masing posko mengirimkan personel untuk membantu pemadaman maupun melakukan lokalisir perembetan api,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam pada Kamis, 10 September 2026.
Keesokan harinya pada Jumat, 11 September 2026, penyisiran melalui jalur darat kembali dilakukan. Hasilnya, petugas memastikan api sudah tidak terlihat.
Namun, kondisi berubah pada Sabtu, 12 September 2026 malam, ketika angin kencang melanda kawasan tersebut. Api diketahui kembali muncul di dua titik yang berada, yakni di lereng Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang. (*/red)
Tags: gunung buthak, Kabupaten Blitar, kebakaran, meluas, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





