PPIH Jatim Ingatkan Jemaah Fokus Energi untuk Wukuf
SR, Surabaya – Proses pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Surabaya tahun 1447 H/2026 M terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 86 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 14 Mei 2026 pukul 09.30 WIB, sebanyak 32.622 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci atau mencapai 76 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa operasional keberangkatan berjalan lancar dan terkendali. Sesuai jadwal, kloter 91 direncanakan akan terbang menuju Arab Saudi pada Sabtu besok pukul 14.45 WIB. Pihaknya juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan bagi keluarga jemaah di tanah air.
Namun, di balik kelancaran tersebut, terdapat delapan jemaah yang terpaksa dipulangkan ke daerah asal karena tidak memenuhi kriteria istitaah (kemampuan) kesehatan. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi medis dari tenaga ahli di RSUD Haji dan Rumah Sakit Jiwa Menur guna memastikan keselamatan jemaah yang bersangkutan.
“Yang dipulangkan terkait dengan tidak istitaah ada delapan: dua itu dimensia, dua itu jantung, kemudian dua sedang hamil, dan dua lainnya penyakit kronis terkait cuci darah. Rata-rata mereka memang di atas usia 60 tahun,” ujar Mohammad As’adul Anam saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Sukolilo, Kamis (14/5/2026).
Selain kendala kesehatan di tanah air, PPIH juga mengonfirmasi adanya dua jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi. Meski berusia di bawah 60 tahun, yakni 53 dan 56 tahun, faktor kelelahan ekstrem diduga kuat menjadi penyebab utama wafatnya jemaah tersebut di tengah cuaca dan aktivitas yang padat.
Menanggapi hal ini, Anam memberikan instruksi tegas kepada petugas kloter untuk memprioritaskan kesehatan fisik jemaah menjelang puncak ibadah haji.
“Saya minta tolong kepada petugas kloter dan KPHO untuk menahan diri tidak mengajak jemaah melaksanakan umrah sunah karena itu benar-benar menguras energi. Fokus persiapan untuk pelaksanaan wukuf di Arafah saja. Persiapkan energi Anda, tenangkan jemaah dengan banyak berdoa dan manasik hati agar fisiknya sempurna saat wukuf,” tegas Anam.
Terkait jemaah yang wafat, PPIH memastikan bahwa mereka akan mendapatkan perlindungan asuransi yang nilainya setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Selain itu, jika terdapat jemaah yang meninggal dunia saat berada di dalam pesawat, pihak maskapai penerbangan seperti Saudi Air juga akan memberikan santunan tambahan sebagai bentuk tanggung jawab maskapai.(js/red)
Tags: fokus wukuf, ibadah haji, PPIH, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





