Majukan Pariwisata Madura, Pemprov Jatim Gandeng Kemenparekraf

Yovie Wicaksono - 17 January 2020
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bertemu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membahas upaya memajukan pariwisata di Pulau Madura, Jawa Timur. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) memajukan pariwisata di Pulau Madura, Jawa Timur.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pulau Madura menyimpan banyak potensi wisata yang belum banyak diketahui publik secara luas.

“Tidak cuma wisata alam, namun juga kuliner, budaya, dan religius. Hanya saja memang masih kalah pamor. Nah, kami ingin agar potensi ini bisa lebih dimaksimalkan lagi agar perekonomian masyarakat di Pulau Madura bisa terangkat. Formatnya adalah Indonesian Islamic Science Park,” ungkap Khofifah saat pertemuan dengan Menteri Parekraf, Wishnutama, Jumat (17/1/2020).

Khofifah menerangkan, sejumlah destinasi pariwisata yang cukup potensial di Pulau Madura diantaranya, Gili Labak dan Gili Iyang yang berada di Kabupaten Sumenep. Gili Labak, kata Khofifah, terkenal memiliki keindahan bawah laut dan biota yang beragam. Selain itu pulau ini dikelilingi oleh pasir putih bersih.

Sementara Gili Iyang, selain memiliki daya pikat pantai yang mempesona juga merupakan pulau dengan kadar oksigen tertinggi di dunia yakni 21,5 persen. Kadar oksigen di pulau tersebut lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata sebesar 20 persen dan merupakan daerah dengan kadar oksigen terbaik di dunia setelah Jordania.

“Daya tarik wisata di pulau ini belum didukung oleh sarana dan prasarana  infrastruktur yang memadai. Maka dari itu, kami berharap Kementerian pariwisata bisa turut mengembangkan pariwisata di Madura, khususnya Indonesian Islamic Science Park,  supaya memberi dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat,” terangnya.

Khofifah mengatakan, Islamic Science Park (IISP) yang rencananya akan dibangun Pemprov Jatim di kawasan Jembatan Suramadu, di sisi Madura ini akan memiliki konsep 20 persen edukasi, 30 persen keuangan Islam, dan 50 persen wisata.

Nantinya di kawasan tersebut, tidak hanya menjadi pusat ekonomi syariah, namun juga wisata, budaya, dan juga kuliner. Luas lahan yang dibutuhkan mencapai 101 hektare. Rencana pembangunan Islamic Center tersebut didorong oleh keinginan Khofifah agar pintu masuk ke pulau Madura menjadi tempat dan pusat budaya yang ada di Madura serta diharapkan mengurangi pengangguran.

“Saya ingin Pulau Madura maju, sektor ekonomi bergerak, namun dengan tidak meninggalkan unsur religiusitas dan  budayanya dan tetap terjaga lestari,” imbuhnya.

Selain Islamic Science Park, Khofifah juga memaparkan rencana pengembangan Kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) yang merupakan amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 Tahun 2019.

Menanggapi hal tersebut, Wishnutama mengatakan Kementerian Pariwisata akan mendukung penuh upaya Pemprov Jatim dalam mengembangkan pariwisata di Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura.

Terkait pengembangan kawasan BTS, lanjut Wishnutama, destinasi wisata unggulan Jatim tersebut akan menjadi prioritas Kemenparekraf pada tahun 2021. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.