Pasca Kebakaran, Klenteng Hiap Thian Kiong Mojosari Selenggarakan Tahun Baru Imlek di Gedung Baru
SR,Mojokerto – Setelah kejadian kebakaran tahun 2023, Klenteng Hiap Thian Kiong Mojosari siap menggunakan gedung baru saat tahun baru Imlek 2026.
Pengurus Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Hiap Thian Kiong Mojosari, Soera Santosa, mengungkapkan, pasca kebakaran 7 Mei 2023, umat Klenteng Hiap Thian Kiong Mojosari menggunakan gudang sebagai tempat ibadah.
“Setelah kejadian kebakaran tahun 2023, umat menggunakan gudang sebagai tempat ibadah sementara. Hal tersebut karena kebakaran itu hanya menyisakan area belakang kelenteng yang berupa Gudang,” ujar Soera saat ditemui Super Radio, Kamis (12/02/2026).
Dikatakan, proses pembangunan gedung baru ini dilakukan secara gotong royong umat selama 3 tahun.
“Selama tiga tahun ini, Biaya pembangunan dilakukan secara gotong royong semua umat Tionghoa secara sukarela, mulai dari donatur besar, menengah, hingga kecil. Akhirnya tahun ini, umat bisa menyelenggarakan tahun baru imlek di gedung baru,” imbuh pria berusia 63 tahun.

Di Klenteng yang sudah berdiri sejak 1897, jelang Imlek tahun ini, pengurus dan umat melakukan kerja bakti untuk bersih-bersih Klenteng, setelah 3 bulan yang lalu semua perlengkapan utama di ruang ibadah mulai dipindahkan.
“Karena baru 3 bulan lalu, kami melakukan perpindahan dari ruang lama ke ruang baru, jadi tahun ini tidak diselenggarakan upacara Sung Seng seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Upacara Sung Seng merupakan tradisi tiap tahun yang dilakukan menjelang perayaan imlek. Upacara ini diselenggarakan karena diyakini dewa dewi naik ke nirwana.
Oleh karena itu, para perngurus dan umat melakukan bersih-bersih, mulai memandikan rupang (patung) dewa hingga ruangan ibadah. Ketika ruangan sudah bersih, orang-orang bergiliran sembahyang hingga malam tahun baru imlek.
Dewa tuan rumah di Kenteng ini adalah Dewa Kwan Kong. Konon, Dewa Kwan kong merupakan dewa kesetiaan dan perang. Konon saat menjadi panglima perang, pernah diiming-imingi harta dan wanita oleh kerajaan sebelah untuk berpindah. Akan tetapi, karena kesetiaannya kepada kerajaannya, semua tawaran itu ditolak.
Di bawah altar dewa Kwan Kong terdapat kuda tunggangan yang sering dipakai untuk medan perang. Selain itu, terdapat 8 dewa-dewi lain dan semua perlengkapan utama di ruang ibadah. (fa/red)
Tags: Imlek 2026, Klenteng Hiap Thian Kiong Mojosari, Klenteng Mojokerto, Tahun baru china, tahun baru imlek, Tahun kuda api, Umat khonghucu
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





