Pertama Kali, Sheraton Hotel Gelar Pameran Pernikahan Tradisional “Asmaraloka”

Yovie Wicaksono - 12 June 2022
Pameran Pernikahan Tradisional bertajuk "Asmaraloka". Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sheraton Surabaya Hotel & Towers untuk pertama kalinya menggelar Pameran Pernikahan Tradisional bertajuk “Asmaraloka” atau dunia yang penuh cinta kasih pada 11 – 12 Juni 2022.

Pada pameran ini, Sheraton Surabaya Hotel & Towers berkolaborasi dengan Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana) Jawa Timur, dengan melibatkan sekira 21 vendor pernikahan mulai dari wedding organizer, fotografer, hingga tata rias dan busana pernikahan.

Pengelola Griya Kencana Ayu Sanggar Rias & Busana, Narti mengatakan, pameran ini selain bertujuan memberikan kemudahan bagi pengunjung yang berencana menggelar pesta pernikahan, juga ingin menghapus kesan bahwa pernikahan tradisional itu ‘ndeso’ dan hanya bisa dilakukan secara sederhana di tenda.

“Pernikahan tradisional itu bukan ndeso, prosesi pernikahan adat tradisional itu bisa dilakukan dimanapun, bukan hanya di tenda sederhana. Dan sekarang kami buktikan semua rangkaian manten adat Jawa misalnya, mulai siraman, temu manten bisa kok dilakukan di hotel berbintang,” ujar penggerak tradisi pernikahan adat ini.

“Kita bangga sebagai warga negara Indonesia apalagi di Jawa. Pameran ini juga menggugah kita semakin bersemangat untuk memperjuangkan dan uri-uri pernikahan tradisional,” sambung Narti.

Di Surabaya, hampir 80 persen masih menggunakan pernikahan tradisional dan paling banyak menggunakan prosesi pernikahan adat Solo pesisiran.

“Jadi tidak murni tradisi keraton. Ada pula permintaan adat Yogyakarta, tetapi demand-nya tidak sebesar adat Solo,” kataya.

Sementara itu, Director of Sales Complex Sheraton & Four Points Surabaya, Cindy Carolina mengakui banyaknya permintaan masyarakat untuk menggelar prosesi pernikahan adat.

“Potensi pernikahan tradisional di Surabaya makin berkembang pesat. Di sisi lain, kami memiliki ballroom yang mumpuni untuk menampung keinginan tersebut, yakni sekira 500 orang,” katanya.

Lalu untuk prosesi siraman, bisa dilakukan di Kalingga Room yang lokasinya persis di depan kolam renang. Termasuk untuk prosesi pengajian dengan kapasitas 40-50 orang.

“Untuk bulan ini kami sudah ada agenda pernikahan keluarga pejabat untuk pengantin tradisional ini. Dan hingga akhir tahun sudah masuk 2-3 permintaan traditional wedding,” imbuhnya.

Arsho Adi Pratomo dari Hastana Jawa Timur menambahkan, dengan melandainya kasus pandemi Covid-19 saat ini, diharapkan bisa membangkitkan kembali bisnis penyediaan pernikahan atau vendor pernikahan yang sebelumnya sempat terdampak.

Sekadar informasi, pada hari pertama, pameran menghadirkan fashion show adat Jogja Putri modifikasi, adat Solo Putri modifikasi dan Sunda Siger modifikasi dengan tata rias dan tatanan rambut yang masih pakem, menggunakan pakaian dan jarik modern. Lalu pada hari kedua, pameran menghadirkan fashion show adat Solo Basahan, adat Sunda Siger serta adat Paes Ageng. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.