Embarkasi Surabaya Berhasil Tekan Kursi Kosong Hingga Sisa 0,1 Persen

Rudy Hartono - 8 May 2026
Petugas kesehatan sedang melakukan pemeriksaan tensi dan skrining kesehatan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah di Embarkasi Surabaya. (foto : vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Memasuki hari ke-16 operasional musim haji 1447 H/2026 M, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatatkan performa impresif dalam manajemen kuota, khususnya upaya meminimalisir potensi kursi kosong (open seat).

Berdasarkan data PPIH per 7 Mei 2026, dari total 21.246 jemaah yang telah diterbangkan ke Tanah Suci, tercatat hanya tersisa 34 kursi kosong. Angka ini tergolong sangat kecil atau kurang dari 0,2 persen dari total jemaah yang sudah diberangkatkan, sebuah capaian yang mencerminkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan kuota negara.

Keberhasilan menekan angka kursi kosong ini merupakan hasil dari kebijakan “tambal sulam” melalui mekanisme mutasi masuk dan keluar yang berjalan efektif.

Hingga saat ini, terdapat 75 jemaah yang terpaksa melakukan mutasi keluar karena berbagai alasan mendesak, mulai dari faktor kesehatan, kondisi kehamilan, hingga penundaan keberangkatan atas permintaan pribadi. Atas situasi itu PPIH dengan sigap mengisi kekosongan tersebut dengan memasukkan 41 jemaah dari daftar cadangan atau pengganti yang telah siap secara dokumen dan kesehatan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menegaskan bahwa optimalisasi keterisian kursi pesawat menjadi salah satu prioritas utama operasional tahun ini.“Mekanisme mutasi yang kami jalankan terbukti efektif sehingga mampu mengoptimalkan keterisian kursi. Kita ingin memastikan setiap kursi yang tersedia dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh jemaah yang memang sudah siap berangkat,” ujar As’adul Anam dalam keterangan resminya.

Selain itu manajemen kuota, Embarkasi Surabaya juga menunjukkan performa luar biasa dalam aspek logistik penerbangan. Dari seluruh 56 kloter yang telah diberangkatkan tercatat memiliki tingkat ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) sebesar 100 persen.

Terhadap calon jemaah haji yang tertunda karena faktor kesehatan –Tercatat ada 5 jemaah yang masih mengalami penundaan di Asrama Haji, terdiri dari 4 jemaah sakit dan 1 pendamping, PPIH memberikan jaminan penanganan medis terbaik dan akan mengatur ulang jadwal keberangkatan mereka segera setelah dinyatakan laik terbang oleh tim kesehatan.

Dengan tren positif ini, PPIH Embarkasi Surabaya optimistis dapat menyelesaikan pemberangkatan sisa 60 kloter menuju target total 44.080 jemaah dengan standar layanan yang tetap terjaga hingga akhir operasional. Saat ini PPIH Embarkasi Surabaya disibukkan dengan penerimaan kedatangan 1.140 jemaah baru dari Jombang, Kediri, Mojokerto, dan Kota Malang ke asrama haji pada 7 hingga 8 Mei 2026.  (js/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.