Pemerintah Australia Hibah Rp2,5 Miliar Dorong Transisi Energi Hijau Inklusif
SR, Surabaya – Pemerintah Australia melalui kemitraan KINETIK (Kemitraan Indonesia–Australia untuk Iklim, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur) alokasikan 200 juta dolar Australia (sekitar Rp2,5 miliar) untuk mendukung transisi energi hijau di Indonesia dalam usaha mengejar target emisi Nol bersih.
Kerja sama strategis ini dirancang untuk memastikan bahwa pergeseran menuju energi bersih dilakukan secara adil dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini sering terabaikan. Untuk periode ini, KINETIK fokus memperkuat pemberdayaan perempuan serta penyandang disabilitas dalam menciptakan ekosistem keuangan iklim yang inklusif.
Direktur KINETIK Hub, John Brownie menekankan bahwa inklusi adalah jiwa dari transisi energi yang berkelanjutan. Menurutnya, perempuan dan penyandang disabilitas harus dipandang sebagai pemimpin dan aset nyata bagi solusi iklim, bukan sekadar objek kebijakan.
“KINETIK hadir karena transisi energi tidak bisa dikatakan adil jika tidak inklusif, dan tidak bisa berkelanjutan jika meninggalkan siapapun di belakang,” tegas John Brownie, dalam sambutannya di Surabaya, Senin (4/5/2026).
Sejalan dengan visi tersebut, perwakilan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), Tahnia Allauddin, menyoroti pentingnya peran hibah komunitas dalam menyentuh akar rumput. Baginya, keterlibatan aktif organisasi masyarakat sipil adalah kunci agar aksi iklim memiliki dampak yang terukur secara lokal.
“Kami melihat bahwa hibah seperti ini sangat penting karena bisa menghadirkan solusi nyata dan membantu memastikan bahwa transisi energi di Indonesia benar-benar inklusif,” ujar Tahnia Allauddin.

Lama Proyek 10 Tahun
Ia menambahkan bahwa melalui skema hibah ini, kelompok rentan kini semakin berperan aktif dalam membentuk proses keuangan iklim di wilayah mereka masing-masing.
Investasi besar ini juga mencakup dukungan jangka panjang bagi pengusaha perempuan di sektor iklim melalui inkubasi bisnis dan bantuan teknis. Australia berkomitmen untuk terus menjadikan aspek inklusi sebagai prioritas utama dalam kerja sama bilateral dengan Indonesia selama 10 tahun ke depan.
Sinergi ini disambut baik oleh pemerintah Indonesia. Hadir di acara ini Perwakilan Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Ayudya Rachman, serta Manajer Direktorat Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jaswa Keuangan (OJK) Retnia Wulandari.
Atas program ini, Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menyinkronkan kebijakan taksonomi hijau dengan aspek perlindungan hak asasi manusia dan inklusi sosial. Kolaborasi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang merata di seluruh pelosok tanah air.
Dengan adanya investasi 200 juta dolar Australia ini, KINETIK Hub diharapkan menjadi jembatan emas yang menghubungkan kebijakan makro di tingkat nasional dengan realitas kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Fokus pada kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam mewujudkan masa depan energi bersih yang setara bagi semua pihak di Indonesia. (js/red)
Tags: australia, Dana Hibah, energi hijau, kinetik, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





