KPID Jatim akan Bentuk Forum Bersama Terkait Siaran Kebencanaan

Yovie Wicaksono - 25 October 2022
Tim SAR gabungan mengevakuasi anak-anak yang rumahnya terjebak banjir bandang di wilayah Kelurahan Kelutan, Kota Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (18/10/2022). Foto : (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

SR,Surabaya – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur dan lembaga penyiaran di Jawa Timur berencana membentuk forum bersama terkait siaran kebencananaan. Forum ini bertujuan untuk mendukung Pemerintah Provinsi Jatim dan pemangku kepentingan kebencanaan menyebarkan informasi dan mempercepat penanganan dampak bencana.

“Siaran kebencanaan yang bisa dilakukan oleh lembaga penyiaran melingkupi pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana. KPID Jatim akan menginisiasi forum bersama untuk mempercepat penyebaran informasi yang benar dan mencegah berita hoax yang beredar di masyarakat,” kata Ketua KPID Jatim Immanuel Yosua Tjiptosoewarno, Selasa (25/10/2022).

Diskusi Siaran Kebencanaan tersebut dihadiri oleh lembaga penyiaran di Jatim dan merupakan upaya KPID Jatim mengevaluasi konten, dan  menjaring masukan dari TV dan radio lokal terkait siaran kebencanaan.

Pemimpin Redaksi Super Radio, Yovinus Guntur Wicaksono mengatakan, lembaga penyiaran mempunyai tanggung jawab dalam siaran kebencanaan. Utamanya sebagai penghubung sekaligus pusat informasi, baik dari sisi korban maupun lainnya.

“Lembaga penyiaran harus menjadi pusat informasi dan penghubung,” ujar Yovinus.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara Surabaya Media, Eddy Prasetyo, mengatakan media penyiaran perlu memahami mengenai safety journalism. Ini berkaitan dengan keahlian jurnalis saat menghadapi bencana dan korban terdampak. Misalnya, keahlian memberikan informasi secara cepat dan benar dengan memperhatikan kondisi korban.

“Media penyiaran harus menjadi inisiator dalam menyebarkan informasi dan menghubungkan masyarakat dengan pihak-pihak terkait. Kita juga harus menjadi klarifikator bagi masyarakat saat menghadapi kabar simpang siur di media sosial,” kata Eddy.

Usai diskusi ini, KPID Jatim berencana menggelar pelatihan safety journalism dengan dukungan dari berbagai instansi pemerintahan dan lembaga penyiaran.

Koordinator bidang Isi Siaran KPID Jatim, Sundari, mengatakan masukan dan saran akan diteruskan kepada lembaga terkait kebencanaan. “KPID Jatim akan meneruskan masukan-masukan ini dan menghubungan teman-teman lembaga penyiaran dengan instansi terkait kebencanaan,” ujarnya. (ng/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.