Legislator Surabaya Usul Perolehan Parkir Dilaporkan ke Publik Setiap Hari

Rudy Hartono - 7 May 2026
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan. (foto : hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) mempublikasikan data penerimaan retribusi parkir di 1.500 titik jalan umum (TJU) secara harian dan terbuka.

Bukan tanpa alasan. Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk meninjau efektivitas sistem maupun model parkir yang diterapkan di titik-titik tersebut.

Tujuannya, agar masyarakat dapat ikut mengawasi potensi kebocoran pendapatan daerah melalui sistem digital yang transparan.

“Ini bagian dari pengawasan kita. Kita mendorong agar setiap titik TJU itu dipublikasikan pendapatan hariannya, terutama jika nanti sistem non tunai ini sudah berjalan ideal,” ucapnya saat ditemui usai rapat paripurna, Rabu (6/5/2026).

Dengan adanya data yang dapat diakses secara real-time melalui dashboard, warga bisa langsung memantau kesesuaian antara kondisi keramaian di lapangan dengan retribusi yang dilaporkan.

“Masyarakat bisa mengawasi, misalnya daerah ini ramai kok ternyata retribusinya cuma sekian, berarti ada sesuatu yang harus dievaluasi,” ujarnya

Isi usulan pun cukup lengkap. Mencakup penyediaan informasi pendapatan. Baik melalui platform digital maupun media informasi fisik di setiap lokasi parkir. “Digitalisasi ini akan semakin optimal seiring dengan penguatan sistem pembayaran non-tunai,” tuturnya.

Untuk menunjang hal tersebut, semua instrumen mulai digencarkan. Termasuk voucher parkir yang telah diberlakukan di seluruh titik TJU di Surabaya. Sehingga dengan sistem yang ideal, setiap transaksi akan langsung tercatat di dashboard Dishub dan dapat dipantau publik saat itu juga.

“Di semua titik parkir. Semua titik parkir sekitar 1500 titik dan sekarang sudah berjalan,” terangnya.

Pengawasan ketat juga akan terus dilakukan untuk mendorong transformasi parkir yang sebelumnya banyak persoalan. Mulai dari kasus jukir liar, hingga sosialisasi parkir digital ke seluruh lini.

“Prinsipnya gini, apa siapapun yang tidak mau masuk dalam ekosistem digital ini akan diawasi,” pungkasnya. (hk/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.