Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro

Yovie Wicaksono - 15 August 2020
Prosesi Jamasan Pusaka di Candi Songgoriti, Selasa (25/9/2018). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan seni budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat.

Kepala BKN PDI Perjuangan Jatim, Ony Setiawan mengatakan, festival kali ini untuk menyambut bulan Suro dalam kalender Jawa.

Menurutnya, mulai 1 Suro, banyak acara adat yang dilakukan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Rangkaian ritual tradisi yang hidup di keseharian masyarakat ini, kata Ony, sangat menarik di era kekinian, dan sangat sayang jika tidak terdokumentasikan.

“Karena itu, BKN Jatim mengadakan Festival Video Dokumentasi Tradisi Bulan Suro. Melalui festival ini kami mengajak masyarakat untuk mendokumentasikan tradisi bulan Suro di daerahnya masing-masing,” kata Ony, Sabtu (15/8/2020).

Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDI Perjuangan Jatim ini mengatakan, pihaknya menyiapkan hadiah dan penghargaan bagi peserta yang videonya dinilai terbaik dalam beberapa kategori.

Festival ini terbuka bagi masyarakat Jawa Timur baik perorangan maupun kelompok/komunitas. Peralatan merekam, lanjut dia, peserta bebas menggunakan smartphone, handycam, pocket camera, dan lainnya.

“Yang penting, konten video tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Juga tidak melanggar HAKI,” ujarnya.

Setelah peristiwa budaya terkait tradisi Suroan terekam, tambah Ony, harus ditayangkan di Instagram pribadi/komunitas peserta, dengan maksimal durasi 15 menit, sebagai InstagramTV (IGTV).

Soal kategori penghargaan dan poin penilaiannya, diantaranya adalah kategori  Gambar Terbaik yang meliputi karya video dengan komposisi, sudut pandang, dan kaidah pengambilan gambar yang baik, atau sebuah pendekatan lain yang dinilai unik.

Kategori berikutnya, yakni Cerita Terbaik, di mana karya videonya menampilkan rangkaian cerita yang utuh, bisa dipahami dan menarik. Lalu kategori Editing Terbaik, yakni karya video dengan editing yang mampu memberi nilai tambah estetika.

“Kategori keempat, yakni Nominator Berbakat, untuk peserta perorangan usia termuda dalam daftar 10 nominasi. Lalu kategori terakhir adalah Favorit Publik, yakni bagi karya video dengan like dan komen terbanyak,” urai Ony.

Durasi festival, imbuh Ony, yakni 20 Agustus hingga 18 September 2020. “Penghargaan bagi pemenang, kami umumkan pada 25 September 2020,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.