Berbagi Ikan Cegah DB

Yovie Wicaksono - 21 November 2019
Pembagian ikan hias kepada masyarakat guna mencegah Demam Berdarah. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Memasuki musim pancaroba seperti saat ini, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri memiliki cara jitu dalam mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah. Salah satunya adalah dengan membagikan 6 ribu ikan hias cupang dan ikan komet kepada masyarakat. 

Pembagian ikan ini dilakukan selama dua hari di sejumlah titik, diantaranya di perempatan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. 

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri  Nur Hafis mengatakan, pemberian ikan hias cupang ini merupakan inisiatif dari komunitas pecinta ikan.

“Tujuannya untuk membantu mengatasi jentik-jentik penyebab penyakit demam berdarah. Sehingga masyarakat kita berikan untuk dipelihara di jamban dan sebagainya,” Kara Nur Hafis. 

Banyaknya ikan cupang yang dibagikan adalah 2 ribu ekor dan 4 ribu ikan komet.

Antusias masyarakat yang tinggi untuk mendapatkan pembagian ikan tersebut membuat kegiatan itu tak berlangsung lama, sekitar 60 menit kemudian ikan telah habis dibagikan. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Ikan Betta (cupang) Kediri Yusuf Saputro mengatakan, jika ikan yang dibagikan kepada masyarakat tersebut merupakan hasil produksi petani ikan hias. 

Pada umumnya para komunitas pecinta ikan hias ini, semuanya berprofesi sebagai peternak ikan hias. 

“Anggota kami ada 32 orang peternak ikan hias. Ikan yang kami bagikan ke masyarakat merupakan hasil budidaya kami,” ujarnya.

Disamping sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah. Kegiatan ini sekaligus, untuk memperingati  Hari Ikan Nasional yang jatuh pada 21 November.

Sekedar informasi, petani ikan di Kabupaten Kediri saat ini sudah berani mengekspor ikan hias hingga mancanegara. Jenis ikan hias yang diekspor adalah ikan cupang, ikan koi dan ikan komet. Jenis ikan cupang ini diekspor ke India, dan Abu Dhabi Arab Saudi. 

Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mencatat jika produksi ikan hias tiap tahun mencapai 250 ribu juta. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.