Berkah Megengan untuk Pedagang Kue Apem di Surabaya

Yovie Wicaksono - 2 April 2022

SR, Surabaya – Tradisi megengan yang masih dilaksanakan masyarakat Jawa tiap kali jelang Ramadan, membawa berkah tersendiri bagi pedagang kue apem.

Seperti diketahui, megengan selalu identik dengan kue apem yang menjadi simbol permohonan maaf dari berbagai kesalahan.

Muslimah (44), salah satu pedagang kue apem dari Kampung Kue di Rungkut Lor, Surabaya, mengaku bersyukur akan momen jelang Ramadan ini. 

“Sehari-hari jualan jajan pasar, tapi 10 hari jelang Ramadan ini juga jualan kue apem di Pasar Soponyono, mulai jam 5 pagi sampai jam 1 siang,” ujarnya, Sabtu (2/4/2022).

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan sebanyak 10 kilogram adonan yang terbuat dari tepung beras, gula, tape, santan, air kelapa, dan pengembang untuk membuat sekira 500 kue apem.

“Buat adonannya mulai jam 3 pagi, terus nanti masak atau nyetaknya waktu di pasar biar orang beli itu apem nya dalam kondisi masih hangat,” ujar perempuan kelahiran Bangkalan Madura ini.

Untuk mempercantik kue apem buatannya, ia menambahkan potongan buah nangka, nanas, atau daun pandan di atasnya. Satu buah kue apem ini pun dijual dengan harga Rp 2 ribu.

“Banyak yang suka kalau atasnya dikasih potongan nangka, karena rasanya juga jadi semakin enak,” sambungnya.

Selain menjualnya di pasar, ia juga sering mendapatkan pesanan kue apem sebanyak 30-50 buah untuk kebutuhan megengan.

“Biasanya yang pesan itu dari kawasan Gunung Anyar, Medokan, sama Pandugo,” kata Muslimah. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.