DPRD Jatim Sayangkan Dana Hibah untuk Museum dan Galeri SBY-Ani

Yovie Wicaksono - 17 February 2021
Maket museum dan galeri seni SBY-Ani. Foto: (Humas Pemkab Pacitan)

SR, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono menyayangkan bantuan keuangan khusus berupa dana hibah dari Pemprov Jawa Timur melalui APBD Pacitan sebesar Rp9 miliar untuk membangun Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan.

“Uang rakyat Rp9 miliar untuk sebuah lembaga yang tujuannya adalah citra politik personal seorang tokoh sangat menyakiti hati rakyat, mengkhianati amanat penderitaan rakyat, apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana rakyat sedang kesusahan,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (17/2/2021).

Deni mengatakan, dana tersebut semestinya didedikasikan untuk membantu rakyat, seperti membeli beras untuk masyarakat kurang mampu, memfasilitasi pelajar berupa bantuan paket data untuk pembelajaran jarak jauh atau memberi ribuan beasiswa untuk mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah di tengah masa pandemi Covid-19.

APBD, lanjut Deni, adalah instrumen fiskal yang mestinya digunakan berdasarkan skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran. Saat ini, yang urgen adalah membantu masyarakat kurang mampu, terlebih Pacitan termasuk salah satu sentra kemiskinan di Jatim.

“Kemiskinan di Pacitan sangat tinggi, yaitu 14,54 persen per 2020. Ini termasuk yang tertinggi di Jatim. Demikian pula pendapatan per kapita rakyat Pacitan baru Rp28 juta per orang per tahun, hanya separo dari rata-rata pendapatan per kapita di Jatim,” ujarnya.

“Dana bantuan Rp9 miliar untuk Museum SBY adalah hal ironis di tengah fakta kemiskinan Pacitan yang begitu besar. Apalagi kalau kita lihat bentuk Museum SBY seperti istana mewah, yang jauh dari realita hidup rakyat Pacitan,” imbuhnya.

Selain itu, alasan bantuan pembangunan Museum SBY untuk peningkatan wisata juga dinilai tidak tepat. Menurutnya, pengembangan pariwisata di Pacitan mestinya dilakukan dengan pendekatan kebudayaan dan juga pembangunan infrastruktur, bukan dengan Museum SBY.

“Jika Pak SBY mau bantu rakyat Pacitan, termasuk untuk mendorong wisata seharusnya membangun museum tentang dirinya sendiri itu tanpa bantuan APBD, tanpa bantuan uang rakyat. Ini kan kebalik-balik, rakyat disuruh membantu lembaga tokoh politik untuk membangun museum tentang tokoh itu sendiri,” tandas Deni.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang sekaligus pemerhati budaya, Sri Untari Bisowarno menambahkan, hibah pada situs budaya peninggalan leluhur di masa lalu dinilai jauh lebih penting, karena mengandung nilai-nilai luhur ajaran budi pekerti.

Sekedar informasi, sebelumnya, Sekretaris Daerah Jatim Heru Tjahjono mengatakan, dana hibah bantuan keuangan yang dikucurkan tersebut berdasarkan permohonan Pemkab Pacitan ke Pemprov Jatim pada 2019 lalu.

Ia menegaskan, dana hibah itu masih berada di APBD Pemkab Pacitan dan belum dikucurkan hingga sekarang ke Museum SBY-Ani. Menurutnya, anggaran Rp9 miliar itu juga tak hanya untuk Museum SBY-Ani. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.