Unjuk Ketrampilan, 130 SMK  di Jatim Kembangkan Kendaraan Listrik

Rudy Hartono - 9 May 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kendaraan listrik berbasis konversi BBM karya siswa SMK saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya beberapa waktu lalu. (sumber: antara)

SR, Surabaya  – Sebanyak 130 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur mengembangkan kendaraan listrik berbasis konversi bahan bakar minyak (BBM) yang dipamerkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Khofifah, kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif.

Dia menilai pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,” katanya.

Ia menjelaskan karya kendaraan listrik sengaja dipamerkan pada momentum Hardiknas untuk menunjukkan kapabilitas dan kreativitas siswa SMK di Jawa Timur kepada masyarakat luas sekaligus mendorong sinergi dengan dunia industri.

“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan momentum Hardiknas juga menjadi ruang untuk menunjukkan hasil pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.

Ia menjelaskan dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi dari BBM menjadi listrik.

Menurut Aries, sejumlah SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan pendidikan vokasi.

Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik antara lain SMK Wijaya Putra Surabaya, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo, SMK Antartika 1 Sidoarjo, SMK Krian 2 Sidoarjo, dan SMK Senopati Sedati Sidoarjo. (*/ant/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.