12 Fotografer RI-Jerman Eksplorasi Sisi Surabaya yang Terabaikan
SR, Surabaya – Wisma Jerman bersama Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya resmi meluncurkan proyek kolaborasi bertajuk “SURADAYA – What Remains Unseen” pada Juni 2026.
Proyek fotografi internasional ini, menantang 12 fotografer dari Indonesia dan Jerman untuk mengeksplorasi sisi-sisi Kota Surabaya yang selama ini terabaikan melalui perpaduan riset arsip, fotografi dokumenter, hingga pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Humas Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya, Pramenda Khrisna menjelaskan, program itu merupakan edisi kedua yang didanai oleh Franco-German Cultural Fund. Dimana tahun ini dirancang untuk menumbuhkan pemikiran kritis dan keterampilan media baru di kalangan generasi muda lewat pendekatan pedagogis dan praktik visual di era digital.
Tahun ini, tema internasionalnya adalah disinformasi. Dari tema tersebut dikerucutkan jadi sesuatu yang relevan yakni Suradaya. Yaitu menemukan sesuatu yang sebelumnya belum banyak diketahui media dan masyarakat Kota Pahlawan.
“Jadi kita mengambil tema internasional itu lalu membuat konsep yang berlangsung mulai hari ini. Para peserta yang sudah terseleksi akan diajak untuk menemukan apa sih yang unseen what means unseen dari Surabaya,” ucapnya di pembukaan workshop, Selasa (2/6/2026).
Lebih lanjut ia menjabarkan, rangkaian kegiatan dimulai sejak 2 Juni 2026 dan berlangsung selama empat minggu intensif. Pada fase awal, para peserta melakukan penelitian arsip visual bekerja sama dengan Surabaya Memory-UK Petra untuk mendalami literasi visual kota.
Tahapan ini, dilanjutkan dengan produksi fotografi dokumenter di lapangan, di mana para peserta melakukan pengambilan gambar secara langsung berdasarkan sudut pandang masing-masing.
“Mereka akan menghasilkan karya karya yaitu hunting ya, banyak banyak di luar dan mereka akan masing-masing, projeknya sendiri-sendiri tapi masih terkait tema besar tadi,” tuturnya.
Tak hanya itu. Salah satu aspek yang paling inovatif adalah integrasi teknologi AI Generatif pada fase terakhir workshop. Para peserta diajak mengolah temuan lapangan mereka menjadi gambar spekulatif mengenai masa depan Surabaya.
“Bagaimana Surabaya hari ini nanti mereka interpretasikan melalui olahan AI untuk gambaran Surabaya yang mungkin masa depan,” terangnya.
Nantinya, seluruh karya individu peserta akan dipamerkan perdana di Orasis Artspace Surabaya pada September 2026. Setelahnya, karya-karya tersebut akan dibawa berkeliling ke berbagai kota di Indonesia serta dipamerkan di kancah internasional. Termasuk di Berlin dan Hannover (Jerman) serta Paris dan Arles (Prancis), guna memperkenalkan keunikan Kota Surabaya ke mata dunia.
“Semoga workshop ini juga memberikan kesan dan jadi pertemanan mereka yang berlanjut nanti ke depan. Kita tidak pernah tahu nanti 20 tahun lagi mereka ternyata masih ketemu dan ada join project bareng,” tandasnya. (hk/red)
Tags: ifi, proyek foto, superradio.id, unseen surabaya, Wisma Jerman
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





