Mahfud MD: Peran Ulama Sangat Penting dalam Penanganan Covid

Yovie Wicaksono - 17 July 2021
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Maraknya hoax terkait pandemi Covid-19, mendorong Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI (Menko Polhukam) Mahfud MD, berharap lembaga-lembaga keagamaan dan tokoh agama berperan aktif bersama pemerintah dalam menangani pandemi.

“Kita harus terus berusaha sehat, ikut cara nabi, kalau ada wabah, kata nabi yang dari luar jangan masuk, yang di dalam jangan keluar, agar tidak saling menulari,” ujar Mahfud MD, Jumat (16/7/2021).

Menurut Mahfud, ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam kampanye melawan pandemi Covid-19 yang sedang melanda umat manusia di berbagai belahan dunia.

“Mari kita selamatkan bersama, kita ambil langkah-langkah cepat agar wabah cepat berlalu,” kata Mahfud.

Mahfud menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam ikut mengkampanyekan kesadaran akan bahaya virus covid. Ia juga mengapresiasi sejumlah dai dan tokoh agama yang memberikan pemahaman lewat video-video pendek di media sosial dan kemudian menjadi viral, misalnya Ustadz Das’ad Latief dari Makassar dan Tuan Guru Bajang dari NTB.

“Video pendek seperti itu lalu disebarkan di medsos sangat efektif untuk memberi pemahaman kepada ummat dan masyarakat” ujar Mahfud.

Bagi yang tidak percaya Covid agar tetap di rumah biar tidak mencelakai yang lain. “La dharara wala dhirara, jangan membahayakan diri sendiri dan jangan juga membahayakan orang lain,” ujar Mahfud mengutip pesan Tuan Guru Bajang di videonya tentang kaidah fikhi dalam menghadapi wabah.

“Hal-hal seperti itu yang diharapkan dari lembaga-lembaga keagamaan, dari tokoh-tokoh agama agar kita lebih muda menangani pandemi,” sambungnya.

Sementara itu, guru besar UIN Jakarta Azyumardi Azra meminta pemerintah agar memberi tuntunan yang jelas terkait penanganan pendemi kepada ormas-ormas agama dan majelis-majelis agama. Menurutnya, peran ormas dan majelis agama sangat penting terutama pada umatnya atau jamaahnya masing-masing.

Hal serupa juga ditegaskan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Ia meminta regulasi pemerintah terkait ritual keagamaan seperti Idul Adha harus clear and clean.

“Jangan sampai ada pernyataan yang disalah tafsirkan. Niat yang jernih dan niat yang tulus dari pemerintah harus sesuai dengan tuntunan agama dan protokol kesehatan, agar tidak ada kesan pemerintah membatasi kebebasan beribadah dan tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.