Lagi Tabrakan Kereta Api, KA Dhoho Sruduk Truk Pasir Terobos Palang Pintu

Rudy Hartono - 29 April 2026
Kondisi perlintasan sebidang JPL 190 Blitar setelah insiden KA Dhoho tertemper truk mogok.(net)

SR, Blitar – Truk berukuran besar bermuatan pasir menerobos palang pintu pelintasan kereta api di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026) malam.

Saat roda depan truk dengan nomor polisi AG 1898 itu menginjak rel kereta api, mesin truk tiba-tiba mati sehingga truk terhenti di pelintasan hanya beberapa detik sebelum Kereta Api (KA) Dhoho dari arah barat melaju di pelintasan tersebut.

Akibatnya, lokomotif kereta api lokal dengan tujuan akhir Stasiun Surabaya itu menghantam truk hingga mengakibatkan bagian depan kabin truk ringsek parah.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno, mengatakan bahwa pengemudi truk diduga memaksa menerobos palang pintu yang sedang bergerak turun menjelang KA Dhoho yang hendak melewati pelintasan tersebut sekitar pukul 21.45 WIB.

“Palang pintu proses penurunan. Truk terus melaju. Tapi sampai di rel, tiba-tiba mesin (truk) mati,” ujar Suratno kepada awak media di lokasi kejadian, Selasa malam.

Meski demikian, Suratno mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Tentang penyebab terjadinya kecelakaan sedang dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Suratno menambahkan bahwa pengemudi truk saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Seorang petugas keamanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang tidak bersedia menyebutkan namanya, mengatakan bahwa sopir truk berhasil menyelamatkan diri keluar dari ruang kemudi sebelum KA Dhoho datang menghantam. “Sopirnya turun dan menyelamatkan diri sebelum terjadi benturan,” ujar petugas tersebut .

Pantauan di lokasi kejadian pada Selasa tengah malam, truk telah berhasil ditarik mundur beberapa meter dari pelintasan namun masih dalam posisi melintang di Jalan Imam Bonjol yang merupakan jalur utama kendaraan lintas daerah.

Sejumlah pekerja terlihat sedang bekerja memindahkan muatan pasir dari bak truk tersebut ke bak truk lainnya yang didatangkan khusus ke lokasi.

Polisi menutup sementara ruas jalan itu karena posisi truk melintang di jalan sehingga tidak memungkinkan kendaraan roda empat atau lebih untuk melintas. Puluhan truk-truk besar dengan muatan berat terlihat berhenti mengantre dari kedua arah.

Sementara itu, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 21.35 WIB setelah pengemudi truk memaksa melewati pelintasan meskipun sirine telah berbunyi dan petugas telah bersiap menutup palang pintu. (*/ant/red)

 

 

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.