Mahasiswa Stikosa-AWS Bedah Konvergensi Media di Super Radio
SR, Surabaya – Mahasiswa semester 4 Stikosa-AWS melakukan kunjungan industri ke studio Super Radio untuk membedah praktik nyata konvergensi media pada Rabu siang(29/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif bagi mahasiswa mengenai bagaimana ekosistem kerja media penyiaran bertahan di tengah gempuran era digital dan kecerdasan buatan (AI).
“Kegiatan ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Creativity for Media Communication, mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana teori-teori di kelas diimplementasikan dalam strategi bertahan sebuah media konvensional,” kata Riesta Ayu Oktarina, dosen pendamping.
Pimpinan Redaksi Super Radio, Yovinus Gundur Wicaksono menyambut mahasiswa dengan memaparkan sejarah transformasi stasiun tersebut sejak dirintis pada tahun 2017. Ia menjelaskan bahwa Super Radio telah menyiapkan kanal digital seperti website dan media sosial sejak awal untuk menghadapi perubahan perilaku audiens.
Yovinus menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dalam industri radio modern, “Tingkat pendengar radio analog semakin hari semakin turun, maka kuncinya adalah adaptasi. Kami sekarang memanfaatkan Spotify untuk podcast dan mulai menggunakan teknologi AI untuk menunjang produksi suara”.
Para mahasiswa juga diajak melihat sisi operasional penyiaran yang dipaparkan oleh Diva Delima. Sebagai penyiar, Diva menjelaskan bahwa profesinya kini menuntut kemampuan multi-tasking mulai dari mengoperasikan mixer, mengelola komputer, hingga melakukan riset topik secara mandiri.
Sementara itu, Bima selaku penanggung jawab konten kreatif menjelaskan strategi Super Radio dalam menjangkau generasi Z melalui platform visual. Ia memaparkan bagaimana konten audio kini diintegrasikan ke dalam TikTok, Instagram, dan YouTube agar tetap relevan dengan pola konsumsi media saat ini.
Bima memberikan pernyataan kunci mengenai strategi konvergensi, “Satu ide liputan bisa diolah menjadi banyak format, mulai dari artikel website, video singkat TikTok, hingga topik siaran. Bukan yang paling besar yang bertahan, tapi yang paling cepat beradaptasi”.
Kunjungan ini memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa, salah satunya Yogi Ramadani. Ia mencermati bahwa praktik di lapangan ternyata jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan, terutama saat membahas irisan antara siaran radio visual dengan format podcast.
Yogi mengungkapkan kesannya, “Ternyata teori konvergensi yang kami pelajari sangat kompleks saat dipraktikkan, terutama terkait aturan P3SPS dan kode etik yang lebih ketat dibanding media sosial biasa”.(js/red)
Tags: konvergensi media, mahasiswa, stikosa-aws, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





