Kenali Gejala hingga Dampak Anak Kecanduan Internet

Yovie Wicaksono - 11 October 2021

Gejala Anak Adiksi Internet

Siste mengatakan, terdapat beberapa gejala yang mungkin dialami anak jika telah kecanduan internet, salah satunya adalah mulai kehilangan kontrol.

“Gejalanya itu kehilangan kontrol, durasinya semakin lama semakin meningkat dan dia tidak bisa mengontrol,” kata Siste.

Selain peningkatan waktu, gejala anak mulai kecanduan internet adalah meningkatnya konten-konten yang dicari atau dimainkan di internet.

“Awalnya casual games, kemudian jadi battle arena. Awalnya dari handphone tapi lama-lama memainkannya di komputer,” tuturnya.

Hal itu kemudian berlanjut pada perubahan pola waktu anak atau remaja, dimana seharusnya waktu sudah menunjukkan untuk beristirahat atau beraktivitas riil malah digunakan untuk mengakses internet, baik bermain game atau media sosial.

“Kemudian mereka juga memprioritaskan gim tersebut sehingga berdampak kurang tidur, susah makan, hingga perawatan diri yang buruk. Parahnya lagi, mereka meneruskan perilaku tersebut,” ucap Siste.

Ia menegaskan, waktu yang ideal dalam menggunakan internet untuk hiburan adalah tidak boleh lebih dari 3 jam per hari. Jika dijumlah, penggunaan internet untuk hiburan dan akademik tidak boleh lebih dari 11 jam per hari.

“Ini juga masukan untuk sekolah, berapa jam untuk daring nih yang pas. Karena lebih dari itu, risiko kecanduan terhadap internet menjadi tinggi,” tandasnya.

Gejala lain yang menunjukkan anak mulai adiksi internet adalah relasi dengan orang tua jadi memburuk. Prestasi akademik atau mungkin pekerjaannya juga jadi memburuk lantaran ia lebih memprioritaskan menggunakan internet.

Pentingnya mengetahui gejala-gejala di atas adalah agar orang-orang tidak serta merta melabeli anak atau remaja yang berinternet sebagai pecandu. Namun lebih kepada deteksi dini sebagai bentuk pencegahan.

Ia tak melarang anak-anak berinternet. Namun, Siste menekankan pentingnya pengawasan serta keseimbangan antara internet dengan aktivitas-aktivitas riil bagi anak dan remaja.

“Karena jika sudah kecanduan sehingga tidak mampu beraktivitas, memiliki masalah kejiwaan penyerta, dan terdapat perilaku menyakiti diri sendiri, maka anak harus segera dibawa ke profesional untuk mendapat tatalaksana lebih lanjut yang komprehensif,” Siste menegaskan.

Tampilkan Semua

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.