5 Bentuk Dukungan Ayah di Hari Pertama Sekolah Anak

Rudy Hartono - 14 July 2026
Deni Eka mendampingi putranya pada hari pertama masuk SMP di Surabaya, Senin (13/7/2026). Ia menilai kehadiran ayah menjadi bentuk dukungan dan penyemangat bagi anak saat memulai jenjang pendidikan baru. (foto: rri)

SR, Surabaya – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 diwarnai antusiasme peserta didik dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah, Senin (13/7/2026). Di balik momen tersebut, kehadiran ayah dinilai bukan sekadar mengantar, tetapi menjadi bentuk dukungan emosional yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak saat memasuki jenjang pendidikan baru.

Bagi Deni Eka, ayah dari seorang siswa yang hari ini memulai pendidikan di bangku kelas VII SMP, momen mengantar putranya yang hari ini resmi memasuki bangku kelas VII SMP menjadi kesempatan yang tidak ingin dilewatkan. Di tengah kesibukan bekerja, ia sengaja meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya sebagai bentuk dukungan dan penyemangat di awal perjalanan pendidikan yang baru.

“Hari ini anak saya memulai jenjang baru dari SD ke SMP. Momen seperti ini tidak datang setiap hari, jadi saya ingin hadir untuk memberikan semangat dan menunjukkan bahwa saya mendukung langkah barunya,” kata Deni kepada RRI.

Menurut Deni, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memiliki arti penting bagi anak. Selain memberikan rasa aman, kehadiran tersebut juga menjadi bukti bahwa kesibukan bekerja bukan berarti mengurangi perhatian kepada keluarga.

“Selama ini ayah identik dengan bekerja. Saya ingin anak saya tahu bahwa meskipun ayah bekerja, tetap bisa meluangkan waktu untuk mengantar sekolah dan memberikan dukungan. Hal sederhana seperti ini menurut saya sangat berarti bagi anak,” ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pelaksanaan MPLS Ramah yang diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Regulasi itu menekankan pentingnya menciptakan pengalaman pertama di sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar baru.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan orang tua pada hari pertama sekolah. Sejumlah instansi memberikan fleksibilitas kepada pegawai untuk mengantar anak sesuai kebijakan masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran keluarga dalam pendidikan.

Bagi Deni, momentum hari pertama sekolah juga menjadi pengingat pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Menurutnya, di tengah kesibukan bekerja, ayah tetap perlu menyediakan waktu untuk hadir dalam momen-momen penting kehidupan anak.

“Kalau pemerintah sudah memberikan dukungan seperti ini, tentu menjadi kesempatan yang baik bagi para ayah untuk hadir. Momen hari pertama sekolah tidak datang setiap hari, sehingga patut dimanfaatkan untuk memberikan semangat kepada anak,” tuturnya.

Ia pun mengajak para ayah untuk tetap hadir dalam tumbuh kembang anak, meski tidak selalu bisa mengantar ke sekolah.

“Kalau memang tidak bisa mengantar anak pada hari pertama sekolah, tetaplah hadir dalam kehidupannya. Luangkan waktu bermain, belajar bersama, mendengarkan cerita mereka, atau sekadar menemani. Hal-hal sederhana seperti itu akan membangun ikatan yang kuat antara ayah dan anak,” tuturnya. (*/rri/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.