DPRD Jatim Warning Lonjakan Pengangguran Dalam Waktu Dekat

Rudy Hartono - 17 July 2026
Anggota DPRD Jatim, Ony Setiawan

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, memberikan peringatan keras terkait kondisi ekonomi saat ini yang kian memprihatinkan bagi masyarakat luas. Berdasarkan pengamatannya, terdapat ancaman nyata berupa penurunan kapasitas produksi hingga penutupan sejumlah perusahaan yang berpotensi memicu lonjakan angka pengangguran dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak ketiga di Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026. Berdasarkan data yang diunduh dari laman Satu Data Kemenaker, sebanyak 2.332 pekerja di Jatim kehilangan pekerjaan pada periode tersebut.

Ony menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan realitas pahit yang dirasakan langsung oleh warga melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Ia menilai pemerintah daerah harus segera mengambil langkah taktis sebelum dampak krisis tersebut meluas ke seluruh lapisan masyarakat. “Saya ini enggak ngomongin data, tapi ngomongin realitas saja. Kondisinya kan sulit ini secara perekonomian,” ujar Ony, Selasa (14/7/2026).

Menurut legislator asal daerah pemilihan Bojonegoro dan Tuban ini, kenaikan harga barang yang masif telah memaksa sejumlah perusahaan untuk mengurangi hasil produksi atau bahkan menutup operasional mereka. Dampak domino dari kebijakan efisiensi ini adalah terancamnya stabilitas ekonomi keluarga akibat hilangnya lapangan pekerjaan bagi banyak buruh dan pekerja.

Menyikapi tantangan tersebut, Ony mendesak pemerintah agar tidak membiarkan masyarakat berjuang sendirian tanpa arah. Ia menekankan pentingnya strategi penguatan pada sektor-sektor ekonomi yang dikelola langsung oleh masyarakat sebagai jaring pengaman ekonomi daerah.

“Pemerintah harus menyiapkan mitigasinya bagaimana supaya sektor-sektor yang bisa dilakukan oleh rakyat ini diperkuat supaya perekonomian tetap terjaga bergerak,” tegas Ony mengenai perlunya intervensi kebijakan yang lebih pro-rakyat.

Penguatan sektor rakyat, lanjutnya, termasuk melalui wadah koperasi dan UMKM, dinilai sebagai langkah paling rasional untuk menjaga perputaran uang di tingkat akar rumput.

Dengan memberdayakan unit-unit ekonomi kecil di desa dan kelurahan, daya beli masyarakat diharapkan tetap stabil meskipun sektor industri skala besar sedang mengalami guncangan.

Legislator PDI Perjuangan itu pun berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera merumuskan program pendampingan dan stimulus yang lebih nyata bagi sektor ekonomi kerakyatan.

Fokus utama harus diarahkan pada memastikan roda perekonomian masyarakat bawah tetap berputar sebagai benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.