Jelang Lebaran, Usaha Kue Kering Kembali Menggeliat

Yovie Wicaksono - 11 May 2021
Kue kering buatan Susilowati. Foto : (Super Radio)

SR, Sidoarjo – Kue kering menjadi salah satu sajian yang tak pernah absen di setiap rumah pada saat Lebaran tiba. Dan, tentunya ini menjadi peluang sekaligus berkah tersendiri bagi para pengusaha kue kering.

Seperti halnya Susilowati (39). Perempuan yang kesehariannya bekerja sebagai marketing ini, setiap kali Lebaran dan Natal selalu menerima banyak pesanan kue kering.

Menurutnya, lebaran tahun ini omzet yang didapatkannya cukup meningkat dibanding tahun lalu saat awal kali pandemi Covid-19 merebak.

“Alhamdulillah dibanding tahun kemarin, sekarang omzetnya naik sekira 60 persen. Omzet normal biasanya 30-40 juta, itu bersih. Pandemi kemarin turun hanya 15 juta. Tahun ini mulai naik lagi, sekarang yang sudah masuk ada hampir 27 juta, tapi ini belum penghitungan final dan belum bersih,” ujarnya, Selasa (11/5/2021).

Susilowati memilih nama Suzie untuk merek kue kering miliknya. Biasanya kue kering ini dibuat seminggu sebelum Ramadan hingga mendekati Lebaran dan pesanan akan melimpah pada 10 hari menjelang Lebaran.

Dengan dibantu tiga pekerja yang notabene adalah tetangganya, dalam satu hari bisa menghasilkan 20 toples berukuran 500 gram untuk masing-masing varian kue kering yang dijualnya, yakni nastar, kastengel, kue kacang, putri salju dan semprit mawar.

“Paling laris ya nastar sama kue kacang,” imbuh alumnus jurusan tata boga di SMK Negeri 6 Surabaya ini.

Selain menjual kue kering dalam kemasan toples dengan berat 500 gram, Susilowati juga menjual kue kering secara kiloan.

“Pelanggan saya dari kalangan menengah, jadi harganya juga tidak terlalu mahal. Kalau di luar nastar dibandrol 60 ribu untuk kemasan 500 gram, saya jual 50 ribu ke pelanggan, kalau yang 1 kilogram harganya 95 ribu dipotong biaya toples,” kata warga Tambaksumur, Waru, Sidoarjo ini.

Kue kering produksi Susilowati terasa lebih lembut, terlebih selai nanas yang digunakan adalah hasil olahan sendiri.

“Menurut orang-orang nastar buatan saya lebih lembut. Resep yang saya gunakan ini standar dari apa yang saya peroleh saat sekolah dulu tapi tentu ada beberapa bahan yang saya ubah. Kemudian semua produk saya ini tidak menggunakan susu bubuk, sebagai gantinya roombutter lebih banyak. Selai juga saya buat sendiri,” tandasnya.

Selain menjual langsung ke pelanggan, Susilowati juga melayani orang yang menjual kembali produknya atau reseller dengan harga khusus.

Meski hanya dari ‘mulut ke mulut’ untuk mempromosikan produknya, pelanggan kue kering buatan Susilowati ini rerata berasal dari Surabaya dan Sidoarjo, namun ada juga yang dari Gresik dan Malang.

“Untuk promosi masih dari mulut ke mulut, belum sampai ke media sosial. Justru yang promosi di media sosial ya reseller, kalau saya nggak. Ini saja sudah cukup kewalahan, karena kan keterbatasan tenaga, apalagi saya juga nyambi bekerja di perusahaan,” pungkasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.