Jawa Timur Tempat Reproduksi Radikalisme, Usia Produktif Kelompok Paling Rentan
Peran Media Sosial
Pandemi Covid-19 dianggap membuat ruang-ruang digital semakin terbuka dan memudahkan penyebaran paham-paham radikal kepada generasi muda. Dulu kelompok teroris cenderung mengandalkan pertemuan fisik untuk merekrut anggota, kini mereka menggunakan sosial media untuk rekrutmen hingga pelatihan.
“Sekarang lebih membahayakan, target mereka yang dulunya dari setiap sel itu bisa merekrut 10-20 orang per bulan, sekarang mereka bisa menjangkau sampai 300-400 orang per bulan,” kata Al Chaedar.
Dosen Universitas Malikussaleh Lhokseumawe ini mengatakan, sosial media yang biasa digunakan kelompok teroris diantaranya Telegram, Facebook, hingga WhattsApp.
Sedangkan Ali Fauzi menjelaskan, maraknya ujaran kebencian yang tersebar di media sosial juga menjadi sasaran empuk bagi oknum-oknum tertentu untuk melakukan perekrutan terorisme.
“Era sekarang ini tentu yang bertumbuh banyak itu adalah pendekatan perekrutan berbasis online dan sudah banyak kejadian itu,” kata Ali Fauzi.
Ia menambahkan, sebelum merekrut, para oknum akan lebih dulu melakukan profiling dan pendekatan lewat lingkup pertemanan. Mereka akan menjalin kedekatan dengan calon anggota lalu perlahan memberi pemahaman bersifat radikal.
Modus yang dilakukan pun beragam. Mulai dari pesan berantai, lalu menjalin kedekatan secara emosional dan mengajak mengikuti kajian yang didalamnya menanamkan pemahaman dan kebencian terhadap aparat hingga pancasila.
“Ada banyak juga mahasiswa yang bukan hanya menjadi anggota biasa tapi kemudian setelah masuk menjadi leader grup ini. Bahkan yang bersangkutan jadi eksekutor menjadi hacker dan bukan uang sedikit hasil uang itu milyaran ya mereka tentu ya dalam memilih memilah kader itu ya juga ada proyeknya sendiri,” jelasnya.
Tampilkan SemuaTags: Al Chaedar, Ali Fauzi, bnpt, Ciri-Ciri Orang Terpapar Radikalisme, Jawa Timur Tempat Reproduksi Radikalisme, media sosial, radikalisme, terorisme, Upaya Pencegahan Radikalisme
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.






