Wali Kota Eri Murka Pasutri Masuk Galian di Proyek Margorejo
SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta investigasi menyeluruh terkait insiden kecelakaan di proyek saluran air kawasan Margorejo Indah yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Ia menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan kelalaian dalam penerapan standar pengamanan proyek.
Kecelakaan tersebut terjadi di depan Plaza Marina, Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 19.55 WIB. Korban, Laila Endriati, terperosok ke dalam lubang proyek saat melintas menggunakan sepeda motor.
Eri mengatakan seluruh proyek yang dikerjakan di Kota Surabaya wajib menerapkan pengamanan sesuai Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS). Karena itu, ia meminta Inspektorat segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan kepala dinas. Hari ini cuti saya sudah berakhir. Saya berikan teguran keras. Saya akan lihat dokumen RKS, pengamanannya seperti apa. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat-beratnya,” kata Eri Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat. Proyek yang bertujuan mengatasi persoalan banjir tidak boleh menimbulkan risiko yang membahayakan warga.
Eri menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap jajaran yang terbukti lalai. Hasil investigasi Inspektorat akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk sanksi yang diberikan.
“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat. Saya copot itu kepala dinasnya, saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab, apakah Pimpro atau Kepala Dinasnya,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga korban, di lokasi proyek sebenarnya telah terpasang pembatas. Namun, pengamanan tersebut tidak menutup seluruh area sehingga masih terdapat celah yang diduga menjadi jalur masuk kendaraan korban.
Eri menilai temuan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh proyek konstruksi yang sedang berjalan di Kota Surabaya. Ia meminta pengawasan lapangan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Eri juga menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan. “Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Eri mengajak masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang dinilai berpotensi membahayakan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan proyek yang minim rambu atau tidak dilengkapi pengamanan memadai.
“Saya mohon bantuan warga kota. Jika melihat ada proyek yang tidak ada penandanya, tolong segera laporkan ke hotline saya. Biar kami bisa memberikan sanksi dan mengantisipasi sebelum jatuh korban, bukan bergerak setelah ada kejadian,” ujarnya. (*/rri/red)
Tags: insiden, proyek margorejo, superradio.id, walikota eri
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





