Imbauan Menkes Soal Hepatitis A

Yovie Wicaksono - 3 July 2019
Ilustrasi. Hepatitis A. Foto : (iStock)

SR, Jakarta – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan. Dikatakan, kasus Hepatitis A di Pacitan harus ditangani bersama dan bagi warga yang tertular virus tersebut diminta untuk beristirahat.

“Istilah saya diistirahatkan livernya, liver itu lebih banyak kerja untuk karbohidrat, gula. Itu biasanya kita kurangin. Hepatitis kan tidak ada obatnya, tadi saya bilang istirahat, itu virus, imbauan untuk masyarakat jaga kebersihan, sebelum makan cuci tangan dulu,” kata Nila Moeloek di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Dijelaskan, masa inkubasi atau perkembangan penyakit hepatitis A dalam tubuh selama 15-50 hari, sementara masa penyembuhannya sekitar 2 minggu, bahkan bisa kurang atau lebih dari 2 minggu. Kemenkes menduga penyebab kejadian hepatitis A di Pacitan dari air sungai yang tercemar.

“Secara epidemiologi kita harus lihat daerah mana yang kena. Kalau dalam satu aliran sungai ya mungkin aliran sungai itu yang harus kita perhatikan. Barusan saya dapat informasi air-air di situ sedang diperiksa di laboratorium, jadi ada beberapa lab di Surabaya, kita kirim untuk memeriksa air itu,” kata Nila.

Terkait penanggulangan hepatitis A, ia mengatakan sudah ada arahan ke pemerintah daerah dan sudah bergerak melakukan penanganan. “Tentu yang pertama kita harus menolong korban, kemudian kita mencari dari mana asalnya ini (virus hepatitis A) dan kita harus cari hulu dari permasalahan ini apa. Apa betul dari air sungai, apa betul dari orang yang BAB dan kemudian membawa virus itu, dan sebagainya,” kata Nila.

Karena itu, Nila menekankan kepada warga Pacitan untuk menjaga kebersihan. “Kebersihan nomor satu,” katanya.

Masalah hepatitis A tidak hanya terjadi di Pacitan, saat ini penyakit tersebut telah menyerang warga Trenggalek.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Wiedra Waworuntu, mengatakan kasus hepatitis A di Pacitan sudah dinyatakan KLB, sementara Trenggalek tidak.

“Pacitan sudah ditetapkan KLB, Trenggalek tidak, karena masalah hepatitis A di sana sudah bisa ditanggulangi,” katanya.

Status KLB di Pacitan tidak akan ditarik sebelum kasus penularan berhenti, kemudian telah melewati 2 kali masa inkubasi. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.