Daop 8 Surabaya Batalkan 3 KA Menuju Jember

Yovie Wicaksono - 14 April 2020
ilustrasi

SR, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya kembali membatalkan 3 kereta api (KA) jarak jauhnya yang menuju ke arah Jember dan 1 KA menuju Lempuyangan (Yogyakarta), terhitung mulai 15 April sampai dengan 30 April 2020. 

Akibat pembatalan ini, maka KA yang masih beroperasi melayani relasi Surabaya – Jember hanya tinggal menyisakan 2 KA saja, yaitu KA Ranggajati dan KA Wijaya Kusuma.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, melalui 7 tahap proses pembatalan, maka PT KAI Daop 8 Surabaya total telah membatalkan sebanyak 31 perjalanan KA Jarak Menengah/Jauhnya pada April 2020 ini.  

“Jadi total pada Bulan April 2020 ini, jumlah perjalanan KA yang tidak beroperasi di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mencapai 52  KA, yakni 21 KA Lokal dan 31 KA Jarak Menengah/Jauh,” ujarnya, Selasa (14/4/2020).

Sementara untuk Jumlah KA yang masih beroperasi pada April 2020 berjumlah 35 KA, yaitu 25 KA Lokal dan 10 KA Jarak Menengah/Jauh atau 40 persen dari kondisi normal.

Adapun daftar perjalanan KA batal yang termasuk dalam tahap ke-7 ini diantaranya adalah KA Mutiara Timur (KA 183) relasi Surabaya Pasar Turi – Surabaya Gubeng – Jember – Ketapang (Banyuwangi), KA Tawang Alun (KA 336 – 333) relasi Malang Kota Lama – Bangil – Ketapang (Banyuwangi), KA Sritanjung (KA 302-303) relasi Lempuyangan (Jogyakarta) – Surabaya Gubeng – Ketapang (Banyuwangi), dan KA Sritanjung (KA 304 – 301) relasi Ketapang (Banyuwangi) – Surabaya Gubeng – Lempuyangan (Jogyakarta).

“Untuk 35 KA yang masih beroperasi, layanan tiket tetap kami jual dengan daya kapasitas 50 persen dari kapasitas tempat duduk. Dimana dalam kondisi normal, daya kapasitas untuk KA lokal mencapai 150 persen dari kapasitas tempat duduk dan KA jarak menengah/ jauh mencapai 100 persen dari kapasitas tempat duduk,” jelas Suprapto.

Ia mengatakan, hal tersebut bertujuan untuk pembatasan sosial atau physical distancing antar penumpang di atas kereta.

Akibat dari kebijakan pengurangan daya kapasitas angkut KA Penumpang tersebut jumlah penumpang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya menurun drastis. Dimana pada 1 Maret 2020 jumlah penumpang yang naik sebanyak 40.148 orang per hari dan jumlah penumpang yang turun 40.662 orang per hari. Sementara pada 14 April  2020 jumlah penumpang yang naik hanya mencapai angka 2.982 orang per hari dan penumpang yang turun dengan jumlah 3.238 orang per hari. 

Selain itu, pengurangan daya angkut KA penumpang ini menyebabkan jumlah pembatalan  tiket KA oleh masyarakat semakin meningkat. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dalam  periode 1 sampai dengan 14 April 2020 ada 20.134 tiket yang dibatalkan oleh para penumpang.

“Bagi masyarakat yang ingin memesan, membatalkan atau merubah jadwal tiket KA agar menggunakan fasilitas layanan online tiket di aplikasi KAI ACCESS agar tidak perlu ke luar rumah,” ujarnya.

Suprapto juga mengimbau para calon penumpang yang akan menggunakan jasa layanan kereta api, terhitung mulai 12 April 2020, diwajibkan harus menggunakan masker atau kain yang menutupi hidung dan mulut ketika berada di stasiun dan di kereta api.  

“Apabila didapatkan ketika penumpang melakukan proses boarding, menolak menggunakan masker atau kain penutup hidung dan mulut, maka kepada yang bersangkutan akan kita larang untuk menggunakan jasa layanan KA, sementara bea tiket akan dikembalikan 100 persen di luar bea pesan,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.