Bondowoso Alokasikan BLT yang Bersumber dari Dana Desa Sebesar 76 Miliar

Yovie Wicaksono - 1 May 2020
Desa-desa se Kabupaten Bondowoso melakukan Musyawarah Desa (Musdes) Khusus untuk validasi data calon Keluarga Penerima Manfaat BLT dari Dana Desa. Foto : (Super Radio/Fransiscus Wawan)

SR, Bondowoso – Alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa di Kabupaten Bondowoso mencapai 76 miliar dengan jumlah 42.350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini disampaikan dalam simulasi Penggunaan Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai 2020 oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso.

“Secara global kalau desa mendasar regulasi baik Permendes dan PMK maka alokasi BLT se Bondowoso akan kurang lebih 76 Miliar,” kata Kepala Dinas DPMD Bondowoso Abdurrahman saat dikonfirmasi Super Radio di kantornya, Kamis (30/4/2020).

Abdurrahman menjelaskan, besaran bantuan tersebut disesuaikan dengan jumlah Dana Desa yang didapatkan di masing-masing desa.

Rinciannya, desa penerima Dana Desa kurang dari Rp 800 juta mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 25 persen dari jumlah Dana Desa. Kemudian desa penerima Dana Desa Rp 800 juta sampai dengan Rp 1.2 Miliar mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 30 persen dari jumlah Dana Desa.

Sedangkan desa penerima Dana Desa lebih dari Rp 1.2 Miliar mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 35 persen dari jumlah Dana Desa.

Dalam penyalurannya, setiap KPM akan mendapatkan sebesar Rp 600 ribu per-bulan selama tiga bulan, yakni pada April, Mei hingga Juni mendatang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 40/PMK.07/2020, kriteria calon penerima BLT-DD yakni masyarakat miskin yang sebelumnya tidak menerima bantuan sosial diantaranya seperti PKH, BPNT dan Pra kerja.

“Artinya mereka yang kehilangan mata pencaharian, belum terdata (exclusion error) dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis,” pungkasnya.

Di tempat berbeda, menanggapi terkait BLT yang akan dibagikan ke 42.350 Keluarga Penerima Manfaat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso,  Syaifullah   mengatakan bahwa pendataan perlu dilakukan untuk memilah dan memilih. Karena masyarakat yang mendapat bantuan PKH dan BPNT tidak boleh mendapatkan bantuan BLT.

“Jadi desa itu harus selektif betul dan harus hati-hati terkait pendataan penerima BLT ini,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, jumlah BLT yang akan diterima warga itu sebesar Rp 600 ribu per KPM selama 3 bulan.

“Semua akan sama Rp 600 ribuan. Karena ini sudah aturan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, ketika ditemui di Posko Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa PDTT Kabupaten Bondowoso yang beralamat di Jalan Pelita, Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Bondowoso, Sutrisno menyampaikan, saat ini 209 desa se Kabupaten Bondowoso serentak melakukan pendataan dan validasi data di lapangan untuk calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bersumber dari Dana Desa.

“Sejak Senin 27 April 2020 kemarin semua desa sudah melakukan Musyawarah Desa (Musdes) Khusus terkait pendataan calon penerima BLT dari Dana Desa,” ujar Sutrisno. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.