Komisi D Surabaya Desak Bantuan Rp50 Ribu untuk Paud/TK Surabaya Segera Cair

Rudy Hartono - 20 February 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Paud Kota Surabaya Rini Indriyani di sela Bincang Santai Tenaga Pendidik PAUD di gedung Convention Hall. (net)

SR, Surabaya – Program bantuan Rp.50 ribu/bulan untuk 7ribu siswa miskin dan pra miskin jenjang PAUD/TK di Surabaya yang tak kunjung terealisasi menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali dari Sekretaris Komisi D Arjuna Rizki Dwi Krisnayana.

Seperti diketahui, bantuan tersebut sudah ditetapkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp12,7 triliun November 2025 lalu, dan harusnya mulai diberikan Januari 2026. Sayangnya hingga kini penyaluran belum terealisasi.

Melihat hal ini, Arjuna pun menyayangkan keterlambatan tersebut. Menurutnya, bantuan harus segera disalurkan sesuai jadwal. Terlebih targetnya untuk warga kurang mampu. “Yang sampai sekarang juga belum ada belum turun bantuannya itu ya itu kita awasi bersama-sama,” ujarnya saat ditemui, Rabu (18/2/2026).

Untuk itu, ia mendorong penyaluran segera terealisasi. Pengawasan juga akan dilakukan mulai mekanisme agar program pendidikan itu betul-betul tepat sasaran. “Yang paling penting mekanismenya, jadi jangan sampai bantuantidak tepat sasaran dan tidak bermanfaat dengan baik jadi mekanismenya kita awasi bersama di Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya Imam Syafi’i. Ia cukup menyayangkan dan berharap bantuan segera terealisasi.

“Itu cukup membantu ya, sayangnya meski sudah APBD diputuskan dan disahkan, ditetapkan 10 November 2025, ternyata sampai hari ini belum jalan ya. Alasannya masih sosialisasi dan pendataan,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Febrina Kusumawati menyebut, mekanisme penyaluran akan dirumuskan. Ia pun membenarkan adanya keterlambatan. Namun itu karena adanya estafet jabatan sehingga perlu update kevalidan data.

“Saya kan baru masuk di Januari dan saya lakukan update tentunya estafet itu kan harus saya pegang betul supaya semua aman,” sebutnya.

Kini, mekanisme masuk di tahap perumusan. Yang pasti sasarannya adalah sekolah swasta agar semua anak Surabaya mendapat hak pendidikan yang sama tanpa risau memikirkan biaya.

“Bagaimana mekanismenya nanti  memberikan beasiswa itu kepada anak atau lembaga ini yang yang saat ini kita rumuskan. Kriterianya kan pasti keluarga tidak mampu, keluarga miskin sama pramiskin,” ucapnya. (hk/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.