Dirikan Tenda, Warga Penggusuran Rusunawa Gunungsari Bingung Tempat Tinggal

Rudy Hartono - 18 May 2024
Warga Rusunawa Gunungsari mendirikan tenda di depan gedung negara Grahadi (foto: rri)

SR, Surabaya – Sugiwati, salah seorang warga penghuni Rusunawa Gunungsari, Surabaya, tidak bisa menahan kekecewaan atas penertiban Rusunawa Gunungsari yang di lakukan Pemprov Jatim pada Kamis (16/5/2024).

Dengan menahan tangis perempun berumur 48 tahun tersebut mengaku bingung. Tidak ada lagi tempat untuk berteduh rusun yang ia tempati kurang lebih 11 tahun itu harus dikosongkan.

“Saya dua hari tidak makan, nangis saya, tidak punya rumah gimana ini solusinya, tidak ada omongan dan negosiasi,” ungkal Sugiwati di sela aksi di gedung negara Grahadi, Jumat (17/5/2024) malam.

Sugiwati berharap kepedulian pemerintah terhadap nasib warganya. Untuk saat ini bersama warga lainnya ia menempati tenda yang dibangun di depan gedung negara grahadi, Surabaya.

“Kemarin minta ampun, perempuan-perempuan tok, Satpol PP kejam minta ampun,” kata Sugiwati.

Sebelum pengusiran, Sugiwati mengaku telah mendapat peringatan dari pengelola untuk segera melunasi tunggakan. Namun, ia mengaku belum bisa melunasi segera karena faktor ekonomi yang belum mencukupi.

Ia sendiri mengaku sudah dua tahun terakhir belum membayarkan tunggakannya sebesar Rp7.325.000. “Sebelumnya ada pemberitahuan SP 1, 2, 3. Saya masih tunggu anak saya dari Jakarta ke sini untuk melunasi. Masalahnya dicicil Rp2 juta dulu tidak mau,” terangnya.

Sementara Sekretaris KC FSPMI Surabaya Nuruddin Hidayat mendampingi warga rusun Gunung Sari menceritakan akar permasalahan akibat dampak penertiban oleh Pemprov Jatim saat dipimpin Gubernur Soekarwo, pada 2009 terhadap warga yang bermukim di sepanjang stren kali Jagir, Wonokromo, Surabaya.

Menurutnya Gubernur Soekarwo pada waktu itu menjanjikan secara lisan kepada warga korban gusuran stren kali Jagir dibangunkan rumah sederhana bersubsidi.

Selama menunggu realisasi pembangunan rumah sederhana bersubsidi, warga gusuran stren kali Jagir untuk sementara dititipkan di Rusunawa Gunungsari. Hingga ditertibkan, rumah sederhana yang dijanjikan tidak terwujud.

“Gubernur nya masih Pak Karwo, akadnya nitip tidak ada perjanjian sewa menyewa tahun 2019 muncul tagihan, cuma dikasih surat peringatan akhir April kemarin,” kata Nuruddin.

Dari pantauan RRI tampak tenda berukuran 3×2 meter didirikan. Para Warga ini berniat tinggal di tenda itu sampai ada jawaban dari Pemprov Jatim (*/rri/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.