Bertemu Megawati, Eri Cahyadi Dapat Wejangan Terkait Strategi Pengembangan Kota

Yovie Wicaksono - 5 March 2022

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Jumat (4/3/2022).

Meski hanya berlangsung selama 90 menit, namun Eri mengaku, pertemuan tersebut telah memberikan banyak inspirasi bagi dirinya dalam membangun kota Surabaya.

”Alhamdulillah, ini Jumat berkah bisa silaturahim kepada Ibu Megawati. Tadi kami mendapat banyak pesan,” kata Eri ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat (4/3/2022).

“Terutama, tentang kerja-kerja kerakyatan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan di Surabaya. Insight-insight dari beliau sangat berguna bagi pengembangan program kerakyatan di Surabaya kedepan,” sambung Eri.

Ia mengatakan, ada tiga pesan utama yang Megawati sampaikan kepadanya terkait dengan strategi pengembangan kota.

Pertama, penguatan ekonomi kerakyatan sebagai basis program-program pemulihan ekonomi. Megawati menyampaikan tentang pentingnya menjadikan UMKM sebagai pilar pemulihan ekonomi.

“Soal UMKM, pesan Ibu Megawati, harus diberi solusi sejak dari hulunya. Misalnya soal hak atas kekayaan intelektual dan hak cipta dan hak merek, kita perlu memfasilitasi UMKM untuk mendapatkannya,” katanya.

Pesan kedua, mendorong produksi makanan pendamping beras. Eri diminta Mega untuk aktif mengembangkan makanan pendamping beras berbasis urban farming maupun pemanfaatan lahan di perkotaan.

“Bu Mega meminta kami untuk memperkuat ketahanan pangan rakyat dengan sumber makanan pendamping yang mudah dikembangkan di kampung-kampung,” katanya.

Pilihan makanannya juga harus yang terjangkau dan murah serta tetap penuh kandungan gizi. Seperti ubi jalar, sukun, talas, singkong, pisang, sorgum, dan sebagainya.

Kemudian pesan ketiga, adalah tentang penanganan terintegrasi untuk balita. Mulai dari pemantauan risiko stunting, gizi buruk, hingga perkembangan otak anak.

“Beliau sangat memikirkan bagaimana paras bangsa ini dalam puluhan tahun ke depan dan itu kuncinya ada pada bagaimana kita saat ini memberi perhatian kepada balita di masa golden age-nya,” jelas Eri.

Dari hal tersebut, Eri memastikan akan membumikan pesan Megawati di Kota Surabaya. Pihaknya akan memperkuat sejumlah program yang dicanangkan saat ini setelah mendapat pesan dari Megawati ini.

Misalnya, ekonomi kerakyatan, menjaga ketahanan pangan rakyat, hingga penanganan balita. ”Terus terang, banyak inspirasi datang dari pertemuan dengan Bu Mega,” katanya.

“Ketika saya pulang ke Surabaya akan langsung menyusun program-program untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, dan penanganan balita,” jelasnya.

Eri mencontohkan sejumlah program yang diperkuat. Di antaranya, pemberdayaan UMKM lewat sentra-sentra UMKM seperti Tunjungan Romansa.

Juga, konsolidasi belanja UMKM melalui aplikasi digital milik Pemkot Surabaya akan terus diperkuat. ”Di kampung-kampung dan aset lahan Pemkot Surabaya akan kita perkuat dengan mengembangkan sumber pangan alternatif,” katanya.

“Beberapa waktu lalu kami panen ubi di lahan milik Pemkot Surabaya, dan hasilnya dibagikan ke masyarakat. Kami akan menggandeng ahli pertanian dari beberapa kampus untuk meriset komoditas yang bakal dikembangkan,” beber Eri.

Terkait penanganan balita, Eri menyebut telah berhasil membebaskan 3.900 anak dari status stunting dalam setahun kepemimpinannya. ”Semua bergotong royong,” tegasnya. 

“Bahkan, kami melibatkan UMKM untuk menyediakan sumber makanan penuh gizi bagi balita stunting. Sehingga UMKM-nya terberdayakan, dan sekaligus balita stunting bisa mendapat asupan gizi yang baik,” kata Eri. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.