Soto Ayam Per Porsi 2000 Rupiah di Kediri

Yovie Wicaksono - 13 September 2021
Soto Ayam Per Porsi 2000 Rupiah di Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Seorang pria lulusan S1 teknik sipil di Kediri Jawa Timur, berjualan soto ayam seharga Rp 2000 di Jalan Dr Saharjo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Rintisan usaha kuliner milik Pilman Agus Dwianto ini baru dilakoni selama satu bulan lamanya. Meski tergolong baru, ia mengaku sudah memiliki pelanggan tetap, diantaranya adalah para santri, kuli bangunan dan tukang becak.

Walaupun harganya teramat murah, soal rasa boleh diadu, tidak kalah dengan masakan soto lainnya yang harganya lebih mahal. Dimana pada umumnya harga soto di Kediri bervariasi antara Rp 7000 – 10.000 per porsi.

Pilman mengaku dengan menjual harga soto Rp 2000 dirinya tidak pernah  merugi, bahkan masih mendapatkan keuntungan walaupun tidak begitu banyak.

Adapun motivasi yang melatarbelakangi dirinya berjualan soto dengan harga murah adalah karena keinginan untuk membantu sesama.

“Ya selain membantu warga kurang mampu, biar ada kesibukan karena hampir satu tahun ini saya tidak bekerja selepas keluar sebagai supplier bahan makanan pasien rumah sakit,” ujar warga Perumahan Wilis tersebut.

Dalam kesehariannya, untuk proses memasak Pilman dibantu oleh ibunya dari jam 3 pagi hingga persiapan berangkat jualan.

“Kalau racikan bumbu soto yang buat ibu, saya hanya kebagian memasak tusukan telur puyuh, tusukan usus,  gorengan dan kerupuk,” katanya.

Racikan bumbu soto ayam yang dijual oleh Pilman pun beda, kuahnya lebih bening dibandingkan dengan soto ayam lainnya. Meski murah, namun porsi nasi yang disajikan ke pelanggan juga lumayan banyak, termasuk irisan ayamnya.

“Soto bikinan ibu, lebih condong ke soto rumahan kuah sotonya bening, beda dengan soto lainnya,” ujarnya.

Selama satu bulan berjualan, soto yang dijual mulai 07.00 – 15.00 WIB ini selalu habis. Jatah beras yang selalu ia pergunakan untuk memasak nasi per hari menghabiskan 2 – 3 kilogram.

“Terkadang kalau sudah habis, gerobak saya tutup tidak sampai pukul 15.00 WIB. Gerobak ini kan milik teman, saya hanya sewa Rp 5000 per hari,” ujarnya.

Selain menjual soto ayam, tersedia juga lauk pendamping makanan seperti tusukan usus dan tusukan telur puyuh yang dijual seharga Rp 2000 kemudian gorengan ote-ote Rp 1000 serta es teh Rp 2000.

Khusus pada Jumat ia sedekahkan soto ayam jualannya ini kepada siapapun yang merasa membutuhkan.

“Khusus hari Jumat gratis, Jumat berkah, bagi siapa pun,” pungkas bungsu dari 2 bersaudara inI. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.