Hadiri U20 Mayors Summit 2022 di Jakarta, Ini yang Disampaikan Armuji

Yovie Wicaksono - 31 August 2022

SR, Jakarta – DKI Jakarta menjadi tuan rumah gelaran Urban 20 (U20) Mayors Summit 2022 yang mulai digelar perdana pada Selasa (30/8/2022). Acara pertama digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat pada 09.00-18.00 WIB. Sementara itu, U20 Mayors Summit hari kedua akan diadakan di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (31/8/2022).

U20 Mayors Summit merupakan puncak dari forum kepemimpinan Jakarta pada U20 tahun ini. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ini akan memberi kesempatan bagi para pemimpin kota U20 untuk berkumpul, memperkuat kolaborasi dan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia pada G20 Leaders Summit yang akan berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang mewakili Pemerintah Kota Surabaya mengungkapkan tantangan kota – kota besar seperti di Surabaya diantaranya transportasi, kualitas lingkungan hidup dan pemerataan ekonomi.

“Di Surabaya kita punya Bus Suroboyo rencana di tahun 2022 kita tambah 12 unit dan sudah diusulkan masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD nilainya sekitar Rp 40 Miliar,” kata Armuji.

Dirinya menilai, sebagai kota besar, jaringan transportasi publik menjadi kebutuhan untuk menjamin jalannya aktivitas perekonomian, pemerintahan dan masyarakat, sehingga konektivitas antar wilayah oleh angkutan umum yang memadai dan dapat dijangkau masyarakat harus direncanakan dengan baik oleh pemerintah daerah setempat.

“Persentase luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya juga sebesar 22 persen dan akan ditingkatkan untuk menjamin kualitas udara dan lingkungan yang baik bagi warga,” tegas Armuji.

Luas RTH di Surabaya sendiri selama enam tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Yakni, pada 2016 seluas 7,268 hektare (ha), 2017 seluas 7,287 ha, 2018 seluas 7,291 ha, 2019 seluas 7,346 ha, 2020 seluas 7,357 ha dan pada 2021 seluas 7,358,87 ha.

Sementara itu, rincian luas RTH yang ada di Surabaya yakni, lapangan memiliki luas 361.08 ha, telaga atau waduk seluas 198.23 ha, kawasan lindung 4,570.33 ha, fasum dan fasos pemukiman seluas 205.50 ha, taman hutan raya seluas 66.03 ha, taman dan jalur hijau seluas 1,672.75 ha, serta makam seluas 284.95.

“Pasca dua tahun pandemi kita juga menyiapkan skema pemulihan ekonomi, jangan sampai investasi di kota yang masuk besar tapi warga kita tidak bisa menikmati. Pemerataan itu penting,” imbuhnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.