Warga Ketintang Baru Resah Terkait Rencana Pembangunan Double Track

Yovie Wicaksono - 6 January 2020
Warga Ketintang Baru, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, menyampaikan keresahannya kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Senin (6/1/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Warga Ketintang Baru, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, menyampaikan keresahannya kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya terkait potensi dampak pembangunan double track rel kereta api di wilayahnya.

Koordinator warga, Hari Djono (46) mengatakan, pihaknya tidak bermaksud mempersulit atau menghambat proyek tersebut, hanya saja berharap adanya perhatian dari pemerintah agar masyarakat setempat mendapatkan relokasi ke tempat yang layak, seperti rumah susun (rusun).

“Kami tau istilahnya rumah kami tidak resmi, hanya saja kami semua ini kan warga Surabaya, jangan sampai terbengkalai, minimal dari pemerintah ada perhatian khusus difasilitasi tempat untuk pindah, seperti rusun di sekitar wilayah kami tinggal karena anak-anak sekolah disana,” ujarnya, Senin (6/1/2020).

Hari mengatakan, pihak PT KAI telah mengantongi data-data warga, seperti lebar tanah yang dipakai dalam 1 KK baik bangunan semi permanen maupun permanen beserta dokumen foto. Hanya saja, ia mengaku, masyarakat belum mendapatkan informasi yang jelas terkait kapan pengerjaan di wilayah tersebut berlangsung maupun ada tidaknya dispensasi yang diberikan. Hal itulah yang membuat masyarakat khawatir.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, John Tamrun yang menerima warga tersebut mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengkonfirmasikan hal tersebut kepada PT KAI.

“Saat ini kita sedang menunggu, apakah betul double track itu dari Jombang benar-benar masuk ke Surabaya atau tidak seperti yang disampaikan warga tadi, apakah PT KAI benar-benar melakukan pembangunan double track diwilayah ini atau tidak,” ujarnya.

John mengatakan, jika ternyata pembangunan double track memang akan dilakukan di wilayah tersebut dan mengharuskan warga Ketintang Baru yang tinggal di bantaran rel dipindahkan, PT KAI selayaknya melakukan sosialisasi dan mempersiapkan tempat tinggal baru bagi masyarakat.

“Tentunya dengan mempertimbangkan anak-anak yang sekolah disana, karena kalau relokasinya jauh dari tempat tinggal sekarang, maka anak-anak harus pindah sekolah dan itu membutuhkan biaya, nanti akan timbul gejolak sosial lagi,” katanya.

Sekedar informasi, pertemuan tersebut dihadiri setidaknya sebanyak 15 warga perwakilan dari RT 7 RW 3, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dimana dalam satu RT tersebut terdiri dari 50 KK. Jika pembangunan double track dilakukan diwilayah tersebut, diperkirakan sebanyak 8 RT dari RW 3 Kelurahan Ketintang akan terdampak. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.