Lotus Art Gagas Cerita Rakyat Jembatani Budaya Indonesia-Jepang’

Rudy Hartono - 2 May 2026
Para peserta awardee bersama perwakam wisma jerman, Konjen Jepang, dan Lotus Art mengabadikan momen, Kamis (30/4/2026).

SR, Surabaya – Lotus Art Course bersama Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya terus mempererat hubungan diplomasi  lewat kegiatan kreatif.

Terbaru, kolaborasi dua negara diwujudkan lewat lomba menggambar usia 5-15 tahun dengan tema budaya literasi dan kearifan lokal melalui cerita rakyat (folklore) dari kedua negara.

Antusias pun membludak. Total ratusan karya bersaing sengit hingga tersisa 25 karya yang awardee nya dilakukan di kantor Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Kamis (30/4/2026).

Bukan tanpa alasan. Founder Lotus Art Course Surabaya I Putu Mahendra menyebut, pemilihan tema itu guna mengenalkan sejarah panjang kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun di Indonesia dan Jepang.

Penjurian juga dilakukan secara kolaboratif oleh Lotus Art, Konjen Jepang, dan mitra tamu dari Inkala Art and Design. “Iya, edisi keempat ini Lotus kembali berkolaborasi dengan konsulat Jepang. Nah, ini sebuah topik yang menarik untuk divisualkan apalagi dengan anak-anak dan puji syukur hasilnya juga menggembirakan,” ucapnya.

Hal ini pun mendapat apresiasi dari Konjen Jepang. Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu mengaku senang atas kolaborasi tersebut. Menurutnya cerita rakyat merupakan cerminan dari nilai-nilai kehidupan yang luhur.

 

Founder Lotus Arts Course I Putu Mahendra saat ditemui usai awardee lomba di kantor Konjen Jepang Surabaya, kamis (30/4/2026).

Ia berharap kolaborasi ini terus terjalin, termasuk mengeksplor berbagai seni dan budaya dua negara. “Saya berharap para peserta dan pemenang lomba akan menjadi jembatan hubungan persahabatan Jepang dan Indonesia di masa depan,” tuturnya.

Tak ketinggalan, antusias diungkapkan salah satu pemenang awardee dengan lukisan bertajuk “7 Bidadari Bermandikan Cahaya Bulan dengan Putri Kaguya”, Miratusani (6). Gadis cilik asal Madiun itu mengaku memilih menggambar Putri Kaguya karena lucu dan menggemaskan.

“Pas milih tema Indonesia itu bingung, soalnya tadi disuruh gambar hantu tapi aku tidak mau. Paling suka gambar Putri Kaguya karena lucu,” ungkapnya.

Founder Lotus Art Course I Putu Mahendra memberikan cinderamata ke Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu, Kamis (30/4/2026).

Sang ayah Heri Radityo (37) pun sempat menggelak tawa. Ia menyebut tema gambar memang ia bebaskan sesuai kreativitas anak. Meski ada tantangan terkait mood seorang anak, namun itu bisa teratasi hingga tercipta karya menarik.

Ia pun berterima kasih pada Lotus Art dan Konjen Jepang. Pihaknya berharap makin banyak kegiatan yang makin variatif lagi. “Harapannya bisa meningkatkan kreativitas anak dan lebih pe-de, juga dia kan skala nya lebih luas semoga lebih variatif,” tandasnya. (hk/red)

 

[12.21, 1/5/2026] Nia Superradio: Para peserta awardee bersama perwakam wisma jerman, Konjen Jepang, dan Lotus Art mengabadikan momen, Kamis (30/4/2026).

[12.21, 1/5/2026] Nia Superradio: Founder Lotus Arts Course I Putu Mahendra saat ditemui usai awardee lomba di kantor Konjen Jepang Surabaya, kamis (30/4/2026).

[12.22, 1/5/2026] Nia Superradio: Salah satu peserta, Miratussani (6) bersama sang ayah Heru saat menerima awardee atas karya gambarnya di Konjen Jepang, Kamis (30/4/2026).

[12.22, 1/5/2026] Nia Superradio: Founder Lotus Art Course I Putu Mahendra memberikan cinderamata ke Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu, Kamis (30/4/2026).

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.