Khofifah Dan Dubes RI Bahas Perdagangan Jatim-Malaysia

Rudy Hartono - 1 May 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat bertemu Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo di Kuala Lumpur. (sumber: antara)

SR, Surabaya  – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bertemu Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo di Kuala Lumpur untuk membahas penguatan perdagangan dan kerja sama pendidikan Jawa Timur dengan Malaysia.

“Sejak beberapa tahun terakhir, kami secara konsisten melakukan misi dagang ke berbagai provinsi dan negara sahabat. Ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, menurut dia, dua pihak mendalami peluang peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk melalui business matching yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara.

“Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Kami melihat adanya peluang sinergi yang kuat, baik di sektor industri pengolahan, pangan, maupun produk-produk unggulan lainnya,” katanya.

Khofifah menegaskan Jatim siap menjadi powerhouse perdagangan nasional dengan mengandalkan penguatan perdagangan antar daerah, antarprovinsi, hingga pasar internasional.

“Untuk misi dagang dan investasi Jatim – Malaysia kali ini kita melakukan sepuluh kali bussines matching,” katanya.

Berdasarkan data, nilai ekspor Jatim ke Malaysia pada 2025 mencapai 1.539,3 juta dlar AS, sementara impor sebesar 572,37 juta dolar AS. Kondisi itu menghasilkan surplus perdagangan 967,06 juta dolar AS.

“Komoditas tersebut menjadi tulang punggung ekspor nonmigas yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar Khofifah.

Komoditas ekspor unggulan meliputi tembaga, lemak dan minyak hewani, produk kimia, kakao dan olahannya, serta kayu dan turunannya.

Adapun impor didominasi plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, mesin dan peralatan mekanis, makanan olahan, serta kakao.

“Pasar global terus berkembang dan menghadirkan peluang baru. Jawa Timur siap menjawab kebutuhan tersebut dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing,” katanya.

Selain perdagangan, Khofifah menekankan kekuatan Jatim pada ketahanan pangan dan kedaulatan pangan yang menjadi modal penting dalam ekspansi pasar.

Penguatan sektor peternakan dilakukan melalui inovasi, termasuk pembangunan Grand Parent Stock (GPS) (induk ayam ras generasi tertinggi) untuk meningkatkan kualitas produksi dan menekan ketergantungan impor.

“Sinergi ini menjadi kekuatan besar bagi Jawa Timur. Dengan dukungan riset dan inovasi, kita optimistis mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujar dia.

Selain itu, kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian melalui kolaborasi perguruan tinggi dan program pertukaran pelajar.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo mengapresiasi peran strategis Jawa Timur sebagai kekuatan ekonomi nasional.

“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi yang sangat besar. Melalui diskusi dan kolaborasi yang intensif, kami optimistis berbagai peluang kerja sama ini dapat ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak,” katanya. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.