Teknik Hipnotis, Buat Perasaan Kambing Lebih Tenang Sebelum Disembelih 

Yovie Wicaksono - 10 August 2019
Peternakan Kambing. Foto : (Super Radio/Gayuh Satria)

SR, Kediri – Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Pujiono mengatakan, teknik hipnotis terhadap kambing lebih mudah dilakukan dan bisa membuat perasaan hewan lebih nyaman sebelum dipotong.

“Saya menyebutnya teknik hipnotis terhadap kambing, kalau pada sapi teknik merebahkan. Itu membuat kambingnya nyaman, terus ada frekuensi dan resonansi kita terhadap kambing sehingga merasa tidak disakiti,” ujarnya, Sabtu (10/8/2019).

Dijelaskan, dengan perasaan tenang dan nyaman, maka darah yang mengalir akan lebih stabil saat pemotongan berlangsung. Daging yang dihasilkan pun tidak berbau dan terasa enak dikonsumsi.

“Kalaupun kita sembelih kambingnya, darahnya stabil, karena dia merasa nyaman. Nanti aroma dagingnya kata orang Jawa tidak lebus,” imbuhnya.

Sebelum melakukan teknik hipnotis pada saat penyembelihan, lanjut Pujiono, yang harus dilakukan adalah berdoa serta  menyiapkan hati dan mental yang kemudian dikomunikasikan dengan hati kambing.

Lalu pegang arah posisi tertentu. Caranya, pegang dua kaki dengan kedua tangan diangkat lalu diturunkan dibantu kaki sebagai tumpuan. Tangan kiri memegang dagu, tangan kanan pegang kaki agak ditarik, lalu tutup matanya dengan daun telinga kambing.

“Kuncinya bisa terhipnotis kalau matanya tertutup dengan memakai daun telinga. Kalau tidak punya daun telinga ditutup pakai alat atau pakai jari,” imbuhnya.

Yang tidak kalah penting dan harus mendapat perhatian, yakni membawa hewan kurban yang akan dipotong ke tempat yang sepi terutama jauh dari kambing lainnya.

“Yang pertama tidak ada suara embek, semakin terdengar suara mengembik psikologisnya menjadi turun dan merasa tidak tenang,” ujarnya.

Teknik hipnotis kambing ini belum disosialisasikan ke masyarakat luas. Teknik hipnotis yang sudah diterapkan terhadap hewan kambing dinilainya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur kesejahteraan hewan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.